Penyaluran bahan bakar minyak ke SPBU di Medan dan Binjai diperkuat hingga 120% sampai 125% dari target harian. Langkah ini membuat antrean kendaraan yang sebelumnya muncul di sejumlah titik mulai terurai dan layanan pengisian berangsur normal.
Penguatan pasokan dilakukan untuk mempercepat pemulihan stok di SPBU, terutama pada wilayah yang sempat mengalami tekanan distribusi. Kondisi membaik terlihat dalam pemantauan selama dua hari terakhir oleh BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga.
Distribusi Dipercepat Sejak Kamis Malam
Pertamina Patra Niaga mempercepat pengiriman BBM sejak Kamis (16/7/2026) malam. Perusahaan menambah armada bantuan melalui skema spot charter agar pengisian kembali stok di SPBU dapat berlangsung lebih cepat.
Sebelum penguatan dilakukan, penyaluran ke SPBU berada di kisaran 112% dari target harian. Volume tersebut kemudian ditingkatkan menjadi di atas 120% untuk menjaga kontinuitas layanan di Medan dan Binjai.
| Aspek Distribusi | Kondisi Sebelumnya | Langkah Pemulihan |
|---|---|---|
| Penyaluran ke SPBU | Sekitar 112% dari target harian | Ditingkatkan menjadi di atas 120% |
| Suplai BBM | Antrean terjadi di sejumlah lokasi | Diperkuat hingga 120%-125% |
| Armada distribusi | Perlu percepatan pemulihan stok | Ditambah dengan armada bantuan |
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kondisi di titik rawan antrean telah berubah setelah pasokan diperkuat. Bersama Pertamina Patra Niaga, pihaknya memantau langsung sejumlah SPBU dari pagi hingga malam.
“Hasil pemantauan titik-titik yang menjadi kerawanan distribusi antrean BBM alhamdulillah sudah berjalan, terurai, dan normal,” ujar Wahyudi, dikutip Beritasatu pada Minggu (19/7/2026). Ia meminta masyarakat tetap tenang karena penguatan pasokan masih terus dijalankan.
Binjai Tidak Lagi Menunjukkan Antrean Kilometeran
Binjai sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena antrean kendaraan sempat dilaporkan mencapai lebih dari satu kilometer. Saat pemantauan pada Sabtu (18/7/2026), antrean panjang tersebut sudah tidak terlihat.
Perubahan kondisi itu menunjukkan pengiriman BBM ke wilayah tersebut mulai menguat. Namun, pengawasan distribusi tetap diperlukan agar pemulihan stok di SPBU dapat bertahan dan antrean tidak kembali muncul.
Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga, Sunardi, menyatakan peningkatan penyaluran ditujukan untuk mempercepat normalisasi stok. Penguatan armada menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran suplai ke SPBU terdampak.
“Supaya memang recovery pemulihan suplai di SPBU segera berjalan normal dan stok di SPBU tersedia,” kata Sunardi. Menurutnya, penambahan pasokan diharapkan membuat pelayanan pengisian kembali stabil di seluruh titik yang sebelumnya mengalami gangguan.
Pengguna Kendaraan Mulai Merasakan Kelancaran
Kondisi yang membaik juga dirasakan pengguna kendaraan di Binjai. Pengemudi ojek daring bernama Fandy, 39 tahun, menyebut pengisian BBM di SPBU yang biasa didatanginya telah kembali lancar setelah ia sempat mengantre selama tiga hari.
“Lancar, Pak. Kemarin ikut antre lah, Pak, sampai malam. Hari ini lancar,” ujar Fandy. Pengemudi becak motor Fiter Carlo, 63 tahun, juga menyampaikan bahwa layanan pengisian BBM kembali berjalan lancar setelah beberapa hari terdampak antrean.
Pemantauan distribusi turut melibatkan Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho serta perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pasokan BBM Medan dan Binjai tetap tersedia bagi masyarakat.
Source: www.beritasatu.com






