Penyaluran BBM ke SPBU di Medan kini diperkuat hingga 120 sampai 125 persen dari kondisi normal. Dampaknya mulai terlihat pada antrean kendaraan yang berangsur berkurang di sejumlah titik pengisian.
Pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7) sore menunjukkan sebagian besar SPBU di Kota Medan telah mengalami penurunan antrean. Pada pukul 17.45 WIB, beberapa lokasi bahkan hanya didatangi dua hingga tiga mobil.
Kondisi itu menjadi perubahan penting setelah antrean BBM sebelumnya sempat mengganggu mobilitas pengendara di Medan dan wilayah sekitarnya. Pemulihan distribusi terus dikawal untuk memastikan layanan SPBU kembali stabil.
Distribusi Harian Menembus 6.000 Kiloliter
Penguatan stok di tingkat SPBU didukung peningkatan penyaluran selama 14 hingga 16 Juli 2026. Rata-rata distribusi BBM ke SPBU pada periode tersebut tercatat lebih dari 6.000 kiloliter per hari.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyatakan operasional Fuel Terminal Medan Group berlangsung kondusif. Fasilitas tersebut terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Sunardi, tambahan penyaluran diharapkan memperbesar persediaan di SPBU dan mengurangi waktu tunggu konsumen. Tim Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan.
| Indikator | Kondisi Pemulihan |
|---|---|
| Pasokan ke SPBU | 120 hingga 125 persen dari kondisi normal |
| Tambahan operasional | Sekitar 35 persen kapasitas mobil tangki dan Awak Mobil Tangki |
| Rata-rata penyaluran 14-16 Juli 2026 | Lebih dari 6.000 kiloliter per hari |
| Operasional terminal | Dioptimalkan selama 24 jam |
Alih Suplai dari Empat Fasilitas
Percepatan distribusi dilakukan dengan menambah sekitar 35 persen kapasitas mobil tangki dan Awak Mobil Tangki. Pertamina Patra Niaga juga mengalihkan suplai dari sejumlah fasilitas penyimpanan untuk mempercepat pengiriman ke SPBU terdampak.
| Fasilitas | Fungsi dalam Distribusi |
|---|---|
| Fuel Terminal Siantar | Sumber alih suplai ke wilayah terdampak |
| Fuel Terminal Kisaran | Mendukung pengalihan pasokan ke SPBU |
| Integrated Terminal Lhokseumawe | Memperkuat ketersediaan BBM |
| Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli | Memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan |
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan stok BBM di Sumatra Utara berada dalam kondisi aman. Ketersediaan tersebut turut diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan bongkar muat Solar jenis JBT dan Pertalite jenis JBKP.
Wahyudi menilai peningkatan pasokan diperlukan agar antrean segera terurai seiring aktivitas rutin masyarakat. Ia mengatakan, “Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini.”
Kuota Bukan Penyebab Utama
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menilai antrean yang terjadi tidak berkaitan dengan keterbatasan kuota BBM. Realisasi penyaluran Solar di Sumatra hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rerata nasional, begitu pula penyaluran Pertalite di Sumatra Utara.
Fathul mendorong evaluasi pada sisi operasional distribusi agar hambatan dapat ditemukan lebih cepat. Ia juga meminta penerapan sistem peringatan dini dan pemantauan menyeluruh terhadap posisi armada, baik saat dalam perjalanan maupun ketika berada di SPBU.
CNN Indonesia melaporkan pengisian Solar dan Pertalite di sejumlah SPBU Medan kini berjalan lancar dengan stok yang terus diisi berkelanjutan. Pengemudi ojek daring dan pengemudi truk juga merasakan waktu tunggu pengisian yang lebih singkat.
