Pengelola dana pensiun Malaysia, KWAP, menanamkan US$47,7 juta atau RM194,35 juta ke eFishery sebelum dugaan manipulasi laporan keuangan perusahaan tersebut mencuat. Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyebut investasi itu terdampak oleh penipuan terencana yang dilakukan manajemen eFishery.
Pernyataan tersebut menempatkan perkara ini melampaui risiko investasi yang lazim dihadapi investor institusional. Investor disebut mengambil keputusan memakai informasi yang belakangan diketahui tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya.
Upaya Pemulihan Dana Dimulai
Anwar mengatakan konsorsium investor yang melibatkan KWAP telah memulai langkah hukum untuk mengembalikan dana yang terlibat. Upaya pemulihan itu berjalan bersamaan dengan peninjauan internal terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi.
KWAP telah menyelesaikan tinjauan komprehensif atas seluruh tahapan investasi tersebut dan menyerahkan hasilnya kepada dewan. Dewan KWAP kemudian menelaah serta mempertimbangkan temuan itu dalam kerangka tata kelola lembaga.
Anwar menyatakan tindakan lanjutan telah diambil sesuai prinsip akuntabilitas institusi. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk tindakan terhadap pihak-pihak di dalam KWAP.
Nilai Investasi dalam Pendanaan Seri D
Dana KWAP masuk dalam putaran pendanaan Seri D eFishery pada 2023 yang secara keseluruhan bernilai US$200 juta. Porsi investasi lembaga dana pensiun Malaysia itu mencapai US$47,7 juta.
| Rincian | Nilai |
|---|---|
| Total pendanaan Seri D eFishery pada 2023 | US$200 juta |
| Investasi KWAP di eFishery | US$47,7 juta |
| Nilai investasi KWAP dalam ringgit | RM194,35 juta |
Keputusan investasi sebelumnya disebut telah melalui evaluasi dan prosedur tata kelola yang berlaku. Pertimbangan itu memakai informasi yang tersedia pada saat itu, termasuk laporan keuangan yang telah diverifikasi auditor bersertifikat berpengakuan internasional.
Konsorsium investor juga menjalankan uji tuntas secara independen sebelum pendanaan dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan telah lengkap dan valid.
Manipulasi Menjadi Pokok Persoalan
Menurut Anwar, inti persoalan berada pada manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery. Kondisi itu menyebabkan investor mendasarkan keputusan mereka pada data yang tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya.
“Padahal, investasi eFishery tersebut merupakan penipuan terencana, dan terdapat manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen eFishery,” ujar Anwar seperti dikutip Medcom.id dari The Edge Malaysia. Ia menegaskan para investor merupakan pihak yang terdampak oleh tindakan manajemen perusahaan.
Selain KWAP, sejumlah investor institusional internasional dan dana teknologi turut menanamkan modal di eFishery. Anwar menyebut Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar termasuk di antara pihak yang terlibat.
Pengawasan Internal Ikut Disorot
Kasus ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan internal atas keputusan investasi KWAP. Anggota Parlemen Subang Wong Chen meminta penjelasan tentang akuntabilitas dewan, panel investasi, dan manajemen senior lembaga tersebut.
Sorotan diarahkan kepada pihak yang menyetujui serta mengawasi investasi eFishery. Pertanyaan juga muncul mengenai kemampuan tata kelola mendeteksi risiko ketika laporan keuangan telah melewati verifikasi auditor.
KWAP menyatakan komitmennya untuk mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil secara transparan, beretika, dan akuntabel. Lembaga itu juga telah menerapkan perbaikan untuk memperkuat pengamanan pada investasi masa depan.
Perkara eFishery menjadi ujian bagi proses uji tuntas investor institusional yang bergantung pada laporan keuangan dan verifikasi eksternal. Bagi KWAP, pemulihan dana melalui jalur hukum dan penguatan pengawasan menjadi dua agenda yang berjalan bersamaan.
