Pasokan Kelapa Mengetat, Indonesia Tetap Pegang 22 Persen Pasar Minyak Dunia

Author: Redaksi Android62

Tekanan terbesar industri minyak kelapa Indonesia justru tidak datang dari pasar luar negeri, melainkan dari ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Di tengah kondisi itu, Indonesia masih mampu mempertahankan posisinya sebagai eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia pada 2025 dengan pangsa pasar global 22 persen.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI mencatat, Indonesia berada tepat di bawah Filipina yang menguasai 49 persen pasar dunia. Di posisi ketiga, Belanda menyusul dengan pangsa 10 persen, sementara Indonesia tetap menjadi pemain penting dalam rantai pasok global minyak kelapa.

Pasar luar negeri masih terbuka lebar

Kekuatan Indonesia tidak hanya ada pada posisinya di papan atas eksportir dunia, tetapi juga pada jangkauan pasar yang luas. Ekspor minyak kelapa Indonesia dikirim ke lebih dari 90 negara tujuan, sehingga ketergantungan pada satu pasar besar menjadi lebih kecil.

Belanda, China, Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat tercatat sebagai pasar utama. Sebaran tujuan ekspor ini memberi ruang bagi Indonesia untuk memperkuat daya tawar sekaligus membuka peluang lebih jauh ke Eropa dan kawasan non-tradisional.

Nilai ekspor naik saat volume turun

Kinerja ekspor minyak kelapa Indonesia pada Januari hingga Desember 2025 menunjukkan pola yang tidak biasa. Volume pengiriman turun sekitar 18 persen, tetapi nilai ekspornya justru melonjak lebih dari 43 persen.

LPEI menilai kenaikan nilai itu terutama dipicu oleh naiknya harga di pasar ekspor. Di saat yang sama, tekanan pasokan bahan baku, terbatasnya pasokan domestik, dan pengaruh El Niño membuat sebagian pabrik harus memangkas kapasitas produksi sementara.

Dua kategori utama masih dikuasai Indonesia

Di tengah dinamika itu, Indonesia tetap memimpin ekspor untuk dua kategori penting, yakni minyak kelapa mentah atau HS 1513.11 dan minyak kelapa dimumkan atau HS 1513.19. Posisi ini menegaskan peran Indonesia yang masih kuat dalam pasar minyak kelapa olahan maupun bentuk dasarnya.

Meski begitu, kekuatan di hilir belum sepenuhnya aman jika pasokan di hulu terus menipis. Industri pengolahan masih sangat bergantung pada kelancaran suplai kelapa dari kebun-kebun dalam negeri.

Tren produk alami masih menopang permintaan

Permintaan global terhadap minyak kelapa murni masih dinilai tumbuh. Dorongannya datang dari tren gaya hidup sehat serta meningkatnya penggunaan produk alami di sektor pangan, kosmetik, dan kesehatan.

Rini Satriani dari LPEI menyebut Indonesia punya peluang besar untuk masuk ke pasar yang memberi perhatian pada produk berbasis keberlanjutan, termasuk Uni Eropa. Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperluas ekspor ke segmen tersebut.

Hulu produksi menjadi titik paling rawan

Masalah utama yang mengancam keberlanjutan industri justru ada di kebun kelapa. Produksi nasional menghadapi tekanan dari penuaan pohon, produktivitas pekebun kecil yang masih rendah, cuaca ekstrem, dan meningkatnya ekspor kelapa bulat ke luar negeri.

Kondisi itu membuat pasokan bahan baku bagi industri pengolahan semakin rentan. Karena itu, LPEI menilai peremajaan kebun kelapa perlu dipercepat agar industri tidak kekurangan pasokan pada masa depan.

Peremajaan dan hilirisasi jadi tumpuan

Rini menilai peremajaan kebun kelapa dan hilirisasi merupakan dua strategi utama untuk menjaga keberlanjutan industri minyak kelapa nasional. Pemerintah disebut telah memulai peremajaan kebun dengan realisasi sekitar 44,9 ribu hektar pada 2024.

Pemerintah juga menargetkan perluasan program replanting hingga ratusan ribu hektar pada periode 2026–2027. Langkah ini diharapkan bisa mengangkat produktivitas kelapa sekaligus menjaga pasokan bagi industri pengolahan di dalam negeri.

Di sisi lain, hilirisasi dipandang penting untuk meningkatkan nilai tambah dan mendorong ekspor produk kelapa yang lebih bernilai tinggi. IEB Institute memproyeksikan nilai ekspor minyak kelapa tumbuh moderat sekitar 9 persen pada 2026, didorong pemulihan produksi dari kompetitor seperti Filipina dan penyesuaian harga kelapa yang berangsur normal.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru