Gambar paten terbaru Yamaha memperlihatkan calon skuter listrik dengan kombinasi baterai yang dapat dilepas dan sistem penggerak sabuk menuju roda belakang. Susunan ini menarik karena motor listrik ditempatkan di bagian tengah, bukan menyatu di roda.
Rancangan tersebut mengarah pada kebutuhan komuter harian yang menuntut kepraktisan pengisian daya sekaligus kenyamanan berkendara. Namun, Yamaha belum mengumumkan nama model, spesifikasi, maupun jadwal peluncurannya.
Menurut oto.detik.com yang mengutip AMCN, desain itu telah diajukan sebagai paten di Jepang. Dokumen paten memang belum menjadi kepastian sebuah kendaraan akan masuk jalur produksi massal, tetapi gambar yang beredar menampilkan detail desain yang cukup lengkap.
Baterai ditempatkan di bawah jok
Bagian paling menonjol dari rancangan ini adalah dugaan penggunaan baterai removable atau baterai yang dapat dilepas. Unit baterai diperkirakan berada di bawah jok, sehingga tidak dipasang permanen pada struktur kendaraan.
Konsep tersebut berbeda dari Yamaha EC-06 yang disebut menggunakan baterai permanen. Pendekatannya justru dinilai memiliki kemiripan dengan Aerox-E, walaupun kapasitas dan teknologi baterai untuk model dalam paten itu masih belum dijelaskan.
Posisi baterai di bawah jok juga diduga memengaruhi penataan sektor belakang skuter. Suspensi belakang terlihat dipasang agak lebih maju, yang kemungkinan berkaitan dengan kebutuhan menopang bobot baterai.
Motor tengah mengandalkan penggerak sabuk
Gambar paten memperlihatkan motor listrik yang dipasang di area tengah kendaraan atau mid-mounted motor. Tenaga dari motor itu kemudian disalurkan ke roda belakang melalui sistem belt drive.
Konfigurasi tersebut menjadi pembeda penting dalam desain yang sedang dieksplorasi Yamaha. Meski demikian, belum tersedia angka resmi mengenai tenaga motor, torsi, kapasitas baterai, maupun jarak tempuh skuter ini.
Performa calon skuter tersebut diperkirakan setara motor bensin kelas 125 cc. Jika benar diproduksi, posisinya berpotensi masuk persaingan skuter listrik entry level untuk mobilitas perkotaan.
Rancangan kaki-kaki dan pengereman
Skuter pada gambar paten menggunakan velg alloy berukuran 12 inci. Sistem pengeremannya terlihat memakai rem cakram pada roda depan dan belakang.
| Bagian | Roda Depan | Roda Belakang |
|---|---|---|
| Pengereman | Rem cakram | Rem cakram |
| Suspensi | Teleskopik | Dual shockbreaker |
Suspensi depan menggunakan model teleskopik, sedangkan belakang memakai dual shockbreaker. Kombinasi ini menunjukkan perhatian Yamaha terhadap kestabilan serta kenyamanan saat skuter digunakan untuk perjalanan sehari-hari.
Tampilan sporty dengan fungsi komuter
Secara visual, bodinya mengusung garis tegas dan sudut tajam dengan kesan modern. Bagian depan tampak agresif melalui lampu utama ganda, DRL LED berbentuk huruf V, windshield kecil, serta spion bersudut.
Walau tampil futuristis, rancangan dasarnya tetap memperlihatkan karakter skuter praktis. Jok dibuat lebar dalam satu bidang duduk, sementara dek kaki rata dan ruang pembonceng turut terlihat pada gambar.
Pegangan belakang menyatu dengan bodi untuk mendukung fungsi harian. Desain itu juga menunjukkan adanya ruang penyimpanan depan yang dapat menambah kepraktisan pengendara.
Beberapa kelengkapan lain turut diperkirakan hadir dari detail visual, antara lain port USB, panel instrumen digital berbentuk persegi panjang, sistem keyless, dan konektivitas smartphone. Seluruh fitur tersebut masih berupa indikasi dari gambar paten, bukan konfirmasi spesifikasi resmi Yamaha.
Yamaha sendiri telah memasarkan Yamaha Aerox E di India sebagai salah satu model listriknya. Skuter itu dibanderol INR 281.600, tetapi hubungan antara Aerox E dan desain paten baru ini belum dikonfirmasi pabrikan.
Dengan baterai lepas, motor tengah, dan belt drive, paten tersebut memperlihatkan arah eksplorasi Yamaha untuk kendaraan listrik komuter. Kepastian soal produksi, pasar tujuan, dan rincian teknisnya masih menunggu penjelasan resmi dari Yamaha.
