Patroli Prajurit dan Siskamling Turunkan Begal, Sjafrie Sebut Keamanan Daerah Membaik Hingga 50 Persen

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa keberadaan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan memberi dampak nyata pada keamanan daerah. Ia menyebut angka begal dan kriminalitas lain dapat turun hingga 50 persen setelah batalyon itu dibentuk.

Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Dalam forum itu, Sjafrie menempatkan pembentukan batalyon teritorial sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas wilayah sekaligus memperluas kehadiran pertahanan di daerah.

Patroli prajurit dan siskamling ikut berperan

Menurut Sjafrie, penurunan kasus bukan hanya karena jumlah pasukan yang bertambah. Pola patroli rutin prajurit disebut ikut mendorong perbaikan situasi keamanan di lapangan.

Ia juga menyinggung penggunaan kendaraan operasional dari industri pertahanan nasional dalam kegiatan patroli. Di sisi lain, aktifnya kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tengah masyarakat ikut disebut mendukung pengawasan wilayah.

Sjafrie menilai kombinasi antara kehadiran pasukan, patroli, dan partisipasi warga membuat pengamanan daerah berjalan lebih efektif. Dari pandangannya, pengawasan lapangan menjadi lebih kuat ketika aparat dan masyarakat sama-sama aktif.

Daerah yang semula rentan berubah lebih terpantau

Sjafrie menggambarkan bahwa sebelum batalyon teritorial hadir, sejumlah kabupaten belum memiliki pasukan yang menetap. Kondisi itu, menurut dia, membuat wilayah tertentu lebih rentan terhadap aksi kriminal, termasuk begal.

Setelah batalyon dibangun, ia menyebut kondisi keamanan mengalami perubahan. Kehadiran pangkalan yang dilengkapi latihan kemampuan prajurit dinilai ikut memperkuat kontrol di wilayah yang sebelumnya minim pengawasan tetap.

Pernyataan itu juga menunjukkan cara pemerintah membaca kebutuhan keamanan dari sisi teritorial. Dalam penjelasan Sjafrie, batalyon tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai elemen yang membantu menekan kriminalitas di daerah.

Rencana 750 batalyon dalam lima tahun

Dalam rapat yang sama, Sjafrie memaparkan rencana pemerintah membangun 750 batalyon dalam lima tahun ke depan. Target itu dikaitkan dengan kebutuhan pengamanan di 514 kabupaten yang dihuni sekitar 287 juta jiwa.

Ia mengatakan target tersebut kerap menimbulkan pertanyaan, tetapi pembentukan batalyon teritorial dinilai punya alasan strategis. Menurut Sjafrie, perluasan kehadiran pertahanan dibutuhkan agar stabilitas keamanan daerah tetap terjaga.

Dengan kerangka itu, Sjafrie menempatkan batalyon teritorial sebagai bagian dari penguatan keamanan wilayah yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pengamanan daerah tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada pola patroli dan keterlibatan warga di lingkungan masing-masing.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait