Rolling Stones kembali menyiapkan materi besar lewat album studio baru berjudul Foreign Tongues. Rilisan ini berisi 14 lagu dan akan hadir pada 10 Juli lewat Capitol Records, dengan deretan nama besar yang ikut menyumbang warna di dalamnya.
Yang langsung membuat album ini menonjol adalah daftar kolaboratornya. Paul McCartney, Robert Smith dari The Cure, Steve Winwood, dan Chad Smith tercatat ikut terlibat, sehingga proyek ini terasa seperti pertemuan lintas generasi di tengah katalog terbaru Rolling Stones.
Di balik nama-nama besar itu, Rolling Stones tetap mengandalkan formasi inti mereka. Mick Jagger, Keith Richards, dan Ronnie Wood kembali bekerja bersama produser Andrew Watt, sosok yang sebelumnya juga menangani Hackney Diamonds dan sudah meraih Grammy.
Proses pengerjaan Foreign Tongues berlangsung cepat. Rekaman selesai dalam waktu kurang dari sebulan di Metropolis Studios, London Barat, dan Jagger menyebut sesi tersebut terasa intens serta penuh energi.
Ia juga menyoroti suasana studio di London sebagai alasan pengalaman rekaman itu terasa hidup. Menurut Jagger, ruang Metropolis yang tidak terlalu besar membuat proses bekerja bersama terasa lebih dekat dan dinamis.
Keith Richards melihat album baru ini sebagai kelanjutan langsung dari Hackney Diamonds. Pandangan itu sejalan dengan arah band yang memang masih menjaga momentum kreatif setelah album tersebut menandai kembalinya mereka ke album studio setelah hampir 15 tahun.
Momentum itu kini diteruskan dengan kehadiran nama-nama tamu yang mencuri perhatian. Paul McCartney menjadi salah satu sorotan utama karena sebelumnya juga ikut berkontribusi dalam Hackney Diamonds, sementara Steve Winwood, Robert Smith, dan Chad Smith menambah bobot isi album baru ini.
Di sisi lain, Rolling Stones juga membawa unsur emosional ke dalam proyek ini. Foreign Tongues memuat penampilan spesial Charlie Watts dari salah satu sesi terakhirnya sebelum drummer asli Rolling Stones itu meninggal pada 2021.
Sebelum pengumuman resmi, band ini sempat membangun rasa penasaran dengan cara yang tidak langsung. Mereka merilis “Rough and Twisted” dalam format piringan hitam terbatas dengan nama The Cockroaches, lalu memperkenalkan single utama “In the Stars” bersama lagu pembuka album tersebut.
Dengan materi baru, produser yang sama, dan dukungan kolaborator lintas generasi, Foreign Tongues memperlihatkan bahwa Rolling Stones masih aktif menjaga energi kreatif mereka. Setelah Hackney Diamonds mengembalikan mereka ke sorotan utama, album ini kini masuk ke jajaran rilisan rock yang paling dinanti.
Source: www.medcom.id