Pelanggan Indonesia Masih Bertambah, Cloudera Andalkan AI Enterprise Untuk Dorong Ekspansi

Author: Redaksi Android62

Cloudera melihat pertumbuhan pelanggan di Indonesia masih punya ruang besar, terutama karena kebutuhan perusahaan terhadap AI Enterprise dan pengelolaan data terus meningkat. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, perusahaan ini justru menilai minat pelanggan tidak surut.

Sinyal itu paling kuat datang dari sektor keuangan, pemerintahan, dan manufaktur. Tiga sektor tersebut dinilai makin serius mengadopsi AI Enterprise untuk mendukung kebutuhan operasional dan menjaga daya saing bisnis.

Senior Vice President APAC Cloudera, Remus Lim, mengatakan pelanggan tetap melanjutkan investasi teknologi meski tekanan ekonomi masih terasa. Ia menilai tantangan yang muncul saat ini bukan soal harga atau ketersediaan, melainkan persoalan memori.

“Meski di tengah kondisi perekonomian seperti saat ini, pelanggan tetap melakukan investasi di teknologi. Satu-satunya tantangan saat ini perihal memori, bukan harga atau ketersediaan,” ujar Remus di sela acara EVOLVE Forum di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pandangan itu memperlihatkan bahwa permintaan terhadap solusi data dan AI masih bergerak aktif. Bagi Cloudera, keputusan perusahaan untuk terus berinvestasi muncul karena banyak pelaku industri melihat teknologi sebagai investasi jangka panjang.

Fokus ke sektor yang paling siap bertransformasi

Tahun ini, Cloudera menempatkan sektor keuangan sebagai prioritas utama. Setelah itu, perusahaan membidik pemerintahan dan manufaktur yang dinilai punya kebutuhan besar terhadap pengelolaan data serta pemanfaatan AI.

Manufaktur menjadi salah satu area yang paling menarik perhatian Cloudera. Perusahaan melihat peluang besar untuk penerapan AI Enterprise dalam membantu efisiensi rantai pasok dan optimalisasi proses produksi secara digital.

Kebutuhan itu sejalan dengan tuntutan industri yang semakin mengutamakan keputusan cepat berbasis data. Karena itu, platform data yang mampu mendukung analitik dan AI dinilai semakin relevan bagi perusahaan besar.

Tata kelola data jadi syarat utama

Country Manager Indonesia Cloudera, Sherlie Karnidta, menilai implementasi AI di sektor yang sangat diawasi seperti perbankan punya tantangan tersendiri. Menurut dia, keberhasilan adopsi AI tidak bisa bertumpu pada model semata.

“Di sektor yang sangat diawasi ketat regulasi seperti perbankan, skalabilitas AI yang berhasil tidak hanya bergantung pada penerapan model semata, hal tersebut pada dasarnya membutuhkan fondasi data yang kuat dan tata kelola yang ketat di seluruh infrastruktur hybrid,” kata Sherlie.

Ia juga menekankan pentingnya mempercepat inisiatif AI tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap regulasi lokal dan integritas data pelanggan. Karena itu, modernisasi arsitektur data menjadi bagian penting bagi bisnis yang ingin menjaga laju transformasi digital.

Hybrid multi-cloud makin dibutuhkan

Cloudera menilai analitik real-time dalam lingkungan hybrid multi-cloud menjadi salah satu kebutuhan utama korporasi saat ini. Pendekatan itu dianggap penting untuk mendukung keberlanjutan bisnis, terutama di sektor keuangan dan manufaktur yang bergantung pada kecepatan pemrosesan data.

Bagi perusahaan yang mengelola volume data besar, kemampuan membaca data secara cepat dan terintegrasi dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat. Pada saat yang sama, tata kelola data yang kuat tetap diperlukan agar adopsi AI tetap selaras dengan standar kepatuhan yang berlaku.

Di level regional, Indonesia juga memegang posisi penting dalam portofolio bisnis Cloudera. Remus menyebut pasar Indonesia sebagai salah satu market terbaik sekaligus jangkar pertumbuhan penting di Asia Tenggara dan kawasan Asia yang lebih luas.

Optimisme itu ikut diperkuat oleh kinerja global perusahaan. Cloudera mencatat Annual Recurring Revenue atau ARR 2025 melampaui US$1 miliar atau setara Rp16,2 triliun, ditopang adopsi platform data hibrida dan layanan AI oleh korporasi besar di 19 negara operasional perusahaan.

Aktivitas bisnis tersebut juga didukung pusat regional di Asia Pasifik, termasuk Singapura, Australia, India, Jepang, dan Korea Selatan. Dengan fondasi seperti itu, Cloudera tampak menempatkan Indonesia sebagai pasar yang masih akan terus menyumbang pertumbuhan pelanggan di kawasan Asia.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terbaru