Pelatihan Urban Farming Untuk Guru SLB, Langkah Baru Bagi Kemandirian Siswa

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Sebanyak 30 guru sekolah luar biasa terpilih mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Guru bidang keterampilan pertanian di Bogor. Mereka dipilih dari 697 pendaftar dan menjalani pelatihan pada 2–5 Juni 2026 untuk memperkuat kemampuan yang nantinya dapat dibawa ke lingkungan belajar masing-masing.

Pelatihan ini menempatkan urban farming sebagai keterampilan yang dekat dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan tidak hanya menguasai teknik pertanian perkotaan, tetapi juga mampu menjadikannya bekal kecakapan hidup yang lebih nyata bagi siswa SLB.

Penguatan guru sebagai kunci pendidikan khusus

Kemendikdasmen bersama SEAMEO BIOTROP memandang penguatan kapasitas guru sebagai bagian penting dari transformasi pendidikan khusus. Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menilai guru memegang peran strategis dalam membekali peserta didik agar mampu hidup mandiri dan aktif di masyarakat.

Arif juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen ingin memperluas akses pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru pendidikan khusus di berbagai daerah. Arah ini disesuaikan dengan kebutuhan sekolah luar biasa yang memang memerlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai karakter peserta didik.

Urban farming masuk ke ruang belajar SLB

Selama empat hari, para peserta menerima materi teori dan praktik tentang metode pertanian perkotaan yang dapat diterapkan di sekolah. Materi yang diberikan meliputi budidaya hidroponik, akuaponik, tanaman buah dalam pot atau tabulampot, serta budidaya hortikultura terpadu.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menilai pertanian perkotaan punya nilai strategis sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ia melihat pendekatan ini dapat menggabungkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kewirausahaan dalam satu proses belajar.

Edi juga menekankan bahwa pertanian perkotaan memberi pengalaman nyata bagi peserta didik. Menurut dia, pengalaman seperti itu penting untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan yang berguna bagi masa depan mereka.

Teknologi sederhana untuk kondisi sekolah yang beragam

Dari sisi penerapan, Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, menyoroti pentingnya teknologi pertanian sederhana yang mudah disesuaikan dengan kondisi SLB. Ia menilai pengembangan urban farming di sekolah bukan hanya mendukung pembelajaran, tetapi juga membantu membangun kecakapan hidup peserta didik.

Doni menjelaskan bahwa guru yang mengikuti pelatihan memperoleh keterampilan praktis yang bisa disesuaikan dengan situasi masing-masing sekolah. Hal ini dinilai penting karena setiap SLB memiliki kebutuhan dan kemampuan implementasi yang berbeda.

Selain materi dari para ahli pendidikan dan pertanian, peserta juga melakukan praktik lapangan langsung di fasilitas pembelajaran dan demplot milik SEAMEO BIOTROP. Kegiatan itu diharapkan memberi gambaran yang lebih konkret bagi guru saat mengembangkan model pembelajaran keterampilan pertanian di sekolahnya.

Kolaborasi Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keterampilan di SLB. Program ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat kemandirian dan kecakapan hidup peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan.

Source: bogor-kita.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru