Pelukan Daud Yordan kepada Malikov menjadi momen yang paling diingat dari laga panas di Yekaterinburg. Setelah memastikan lawannya tak lagi bisa melanjutkan pertandingan, petinju Indonesia itu justru mendekat dan memberi penghormatan sederhana yang langsung membuat satu stadion bergemuruh.
Aksi itu terasa kontras dengan jalannya duel yang keras sejak awal. Di kandang lawan, Daud tetap tampil agresif dan tidak memilih bermain aman saat berhadapan dengan petinju Rusia yang datang dengan rekor 13 kemenangan dan 5 KO.
Pertarungan yang berlangsung sengit
Sejak ronde-ronde pembuka, tempo laga sudah tinggi dan kedua petinju saling membalas pukulan tanpa banyak menunggu. Situasi itu membuat darah terlihat mengucur di pelipis dan wajah keduanya, menandakan duel berjalan dalam intensitas yang tinggi.
Daud beberapa kali berhasil mendaratkan pukulan ke arah wajah dan tubuh Malikov. Serangan-serangan itu membuat petinju Rusia kesulitan menemukan ritme dan menjaga tempo pertarungan sesuai keinginannya.
Ronde kedelapan jadi titik penentu
Perubahan besar datang pada ronde kedelapan saat Malikov tersungkur setelah menerima rangkaian pukulan Daud. Serangan yang mengarah ke ulu hati membuat kondisi Malikov tak lagi memungkinkan untuk bertahan dengan baik.
Ia sempat mencoba bangkit, tetapi tenaganya tidak cukup untuk melanjutkan sampai hitungan sepuluh. Wasit kemudian menghentikan laga dan mengesahkan kemenangan untuk Daud Yordan.
Setelah pertandingan dihentikan, Malikov tidak bisa berdiri sendiri dan harus ditandu keluar dari ring. Di tengah suasana yang mendadak hening, publik menyaksikan akhir duel yang berat bagi petinju Rusia itu.
Respek yang mengubah suasana stadion
Begitu kemenangan dipastikan, Daud hanya melakukan selebrasi singkat. Ia naik ke tali ring di sudut pertarungan, mengangkat kedua tangan, lalu memberi senyum tipis ke arah penonton.
Namun perhatian terbesar justru datang setelah itu. Daud mendekati Malikov yang sudah berada di atas tandu, lalu memeluknya sebagai bentuk respek, dan momen tersebut langsung memancing tepuk tangan ribuan penonton Rusia.
Sambutan yang awalnya tenang berubah riuh dalam sekejap. Daud membalas reaksi itu dengan mengangkat tangannya ke arah penonton, seolah menegaskan bahwa apresiasi terhadap lawan juga menjadi bagian penting dari malam itu.
Rekam jejak Daud di ring
Nama Daud Yordan sudah lama dikenal sebagai salah satu petinju terbaik Indonesia bersama Chris John. Ia memulai karier profesional pada 25 Agustus 2005 dengan kemenangan KO ronde pertama atas Anshori Anhar Pitulay.
Melansir Boxrec, petinju yang bertarung di kelas welter yunior atau ringan super itu sudah naik ring 44 kali. Catatannya mencakup 40 kemenangan, 28 di antaranya lewat KO, serta 4 kekalahan dengan 1 KO.
Daud juga masih aktif tampil di level tinggi. Dalam duel terakhir yang disebutkan, ia menang KO ronde sembilan atas petinju Argentina, Herman Leandro, pada ajang Laga di Khatulistiwa di GOR Terpadu Ayani Pontianak, Kalimantan Barat.
Kemenangan atas Malikov memperlihatkan dua sisi penting dari Daud Yordan. Ia tidak hanya tampil kuat dan efektif di atas ring, tetapi juga meninggalkan kesan lewat penghormatan yang membuat publik tuan rumah memberi tepuk tangan panjang.
Source: www.viva.co.id






