Tiga Pemadam Skotlandia Bekerja di Reruntuhan Venezuela, Misi Pencarian yang Melelahkan

Tiga petugas pemadam kebakaran dari Skotlandia ikut dikerahkan ke Venezuela untuk membantu pencarian dan penyelamatan setelah dua gempa besar mengguncang negara itu. Mereka menjadi bagian dari operasi internasional di tengah situasi yang sangat berat, ketika lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu lainnya masih hilang.

Gavin Brown, Ian Hodgson, dan Brian Richards telah berada di Venezuela selama sepekan terakhir. Ketiganya merupakan bagian dari operasi search and rescue milik Inggris yang diberangkatkan setelah gempa kembar pada 24 Juni.

Keahlian teknis di lokasi yang terus berubah

Tim Inggris yang berjumlah 68 petugas pemadam dan staf dari 14 layanan pemadam serta penyelamatan itu bekerja bersama personel darurat dari sejumlah negara lain. Fokus mereka adalah menemukan korban selamat di bawah puing-puing dan menyesuaikan langkah dengan kondisi lapangan yang terus berubah.

Andy Buchan, group commander Scottish Fire and Rescue Service, mengatakan tiga petugas tersebut memiliki pelatihan lanjutan dalam life location dan technical searches. Ia menjelaskan bahwa tim membawa peralatan untuk suara, getaran, dan drone, serta memiliki pelatihan breaking and breaching untuk membuat terowongan masuk melalui bangunan dan penghalang.

Ian Hodgson menjelaskan bahwa alat pendengar digunakan untuk mendeteksi “saveable lives” dan memperkirakan jarak korban, waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau mereka, serta sumber daya yang diperlukan. Menurut dia, informasi di lapangan cepat berubah seiring laporan dari kepolisian setempat dan tim di sekitar lokasi.

Koordinasi lintas negara menjadi kunci

Hodgson, yang menjabat crew commander di North Anderson Drive station di Aberdeen, mengatakan tim harus segera menyesuaikan diri dari satu rencana ke rencana lain. Ia menyebut perubahan situasi bisa memaksa mereka bergeser dari rencana A ke rencana C, D, bahkan E dalam waktu singkat.

Brown, yang sebelumnya pernah dikerahkan ke Maroko setelah gempa pada 2023, menilai kerja sama dengan tim darurat lain, tenaga medis, dan anjing pelacak sangat penting dalam operasi sebesar ini. Ia menambahkan bahwa keterampilan yang digunakan dalam tugas sehari-hari membantu tim bekerja efektif dan menyelesaikan pekerjaan.

Tim Skotlandia juga sempat bekerja bersama personel dari Prancis dan Meksiko. Mereka berkomunikasi melalui penerjemah saat melakukan pencarian bersama anjing-anjing penyelamat.

Tantangan fisik, navigasi, dan logistik

Brian Richards, petugas dari MacAlpine Road station di Dundee, mengatakan daya tahan fisik menjadi kemampuan penting selama hari-hari panjang dan suhu ekstrem. Ia juga menyebut navigasi sebagai keterampilan yang sangat berguna di lokasi yang sinyalnya buruk dan banyak area rusak.

Richards menjelaskan bahwa menemukan jalur menuju lokasi kerja yang hancur cukup sulit dengan sistem pemetaan yang tersedia. Situasi itu menambah kerumitan operasi di tengah akses terbatas dan kondisi lapangan yang kacau.

Buchan mengatakan tim membawa akomodasi, air, makanan, dan fasilitas sanitasi sendiri agar tidak menambah beban pada infrastruktur yang sudah kewalahan. Ia menambahkan bahwa tim dapat mandiri selama 10 hingga 14 hari.

Buchan, yang juga menjabat sebagai UK International Search and Rescue team manager di Skotlandia, menyebut komitmen, profesionalisme, dan ketahanan para personel sebagai sesuatu yang “outstanding.” Ia menegaskan bahwa yang mereka hadapi di Venezuela sangat traumatis dan jauh lebih berat dibandingkan tugas harian mereka di rumah.

Berita Terkait