Iran memperkirakan lebih dari 20 juta orang akan menghadiri prosesi penghormatan terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei, dalam rangkaian pemakaman yang berlangsung selama enam hari di sejumlah kota. Skala ini membuat upacara tersebut disebut berpotensi menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah modern Iran.
Prosesi dimulai di Teheran setelah jenazah Khamenei disemayamkan di Masjid Agung Mosalla. Pemerintah Iran menyiapkan pengamanan ketat, termasuk penutupan sementara sebagian wilayah udara ibu kota selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Penyemayaman di Teheran dan kehadiran massa
Di Mosalla, media pemerintah menampilkan lima peti jenazah sederhana yang dibalut bendera nasional Iran sebagai bagian dari upacara penghormatan. Salah satu peti berukuran kecil disebut berisi jenazah cucu perempuan Khamenei yang masih berusia satu tahun.
Balita itu juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan udara yang menewaskan Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya. Khamenei disebut tewas dalam gelombang pertama serangan udara Israel dan Amerika Serikat ke Teheran lebih dari empat bulan lalu.
Sejak rangkaian duka dimulai, mobilisasi massa terlihat di Teheran. Sejumlah toko dilaporkan tutup, sementara area parkir pusat perbelanjaan dipenuhi kendaraan milik pelayat yang datang dari luar kota.
Jadwal prosesi enam hari
Otoritas Iran membagi prosesi pemakaman ke beberapa kota di Iran dan Irak agar penghormatan berlangsung bertahap. Perjalanan jenazah telah diumumkan dengan urutan sebagai berikut.
| Hari | Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Jumat | Masjid Agung Mosalla, Teheran | Jenazah disemayamkan |
| Sabtu hingga Senin | Teheran | Prosesi penghormatan berlangsung selama 3 hari |
| Selasa | Qom | Jenazah dipindahkan |
| Rabu | Najaf dan Karbala, Irak | Prosesi melintasi dua kota ziarah |
| Kamis | Mashhad | Prosesi pemakaman dilaksanakan di kota kelahiran Khamenei |
Di tengah jadwal itu, Pemerintah Iran juga menutup sebagian wilayah udara Teheran untuk menjaga kelancaran kegiatan dan memperkuat pengamanan. Langkah tersebut diambil di saat arus pelayat terus berdatangan dari berbagai wilayah.
Pejabat asing ikut hadir
Prosesi ini juga dihadiri sejumlah tokoh asing, termasuk Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Ketua badan legislatif tertinggi China He Wei, serta delegasi dari Pakistan, Irak, India, Turki, dan negara lainnya. Kehadiran mereka menambah bobot politik dan diplomatik pada rangkaian penghormatan tersebut.
Hossein Ansari, seorang penerjemah yang berencana hadir di prosesi terakhir di Mashhad pada 9 Juli, menilai jumlah massa akan menjadi pesan politik bagi dunia. Ia mengatakan, kehadiran pelayat menunjukkan masih banyak warga Iran yang menghormati Khamenei, termasuk mereka yang tidak berlatar religius.
Skala yang melampaui pemakaman Khomeini
Jika prediksi lebih dari 20 juta pelayat benar terjadi, prosesi ini akan melampaui jumlah peserta pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. Saat itu, sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman Khomeini dan kerumunan sempat menyulitkan aparat keamanan.
Pengalaman tersebut tampaknya menjadi acuan penting bagi pemerintah Iran dalam mengatur arus massa kali ini. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas kini disiapkan lebih ketat agar prosesi tetap tertib di tengah jumlah pelayat yang sangat besar.
Status Mojtaba Khamenei belum jelas
Hingga kini, pemerintah Iran belum mengonfirmasi apakah Mojtaba Khamenei akan muncul dalam seluruh rangkaian prosesi. Putra sekaligus penerus Ayatollah Ali Khamenei itu dilaporkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya, istrinya, serta sejumlah anggota keluarga lainnya.
Sejak insiden tersebut, Mojtaba belum terlihat di hadapan publik. Di berbagai sudut Teheran, poster bergambar Khamenei juga telah terpasang, sementara tokoh konservatif dan pejabat militer terus menekankan warisan politiknya di hadapan publik.
Rangkaian pemakaman masih akan berlanjut hingga Mashhad pada akhir prosesi enam hari, dengan jutaan pelayat diperkirakan terus memenuhi lokasi-lokasi penghormatan di sepanjang perjalanan terakhir jenazah Khamenei.
Source: www.viva.co.id






