Tekanan di bisnis inti Coinbase kembali terlihat jelas ketika perusahaan mencatat rugi bersih kuartalan untuk kedua kalinya berturut-turut. Di saat pasar kripto masih lesu dan aktivitas transaksi melemah, saham Coinbase justru turun 4% dalam perdagangan after-hours setelah laporan keuangan dirilis.
Kondisi ini memperlihatkan betapa besar ketergantungan Coinbase pada biaya perdagangan kripto. Saat volume transaksi menyusut, pendapatan perusahaan ikut tertekan dan laba sulit bertahan.
Pada kuartal pertama, Coinbase membukukan rugi bersih $394 juta atau $1,49 per saham. Angka itu berbalik tajam dari laba $66 juta atau $0,24 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan bersih perusahaan juga merosot 31% menjadi $1,4 miliar. Sumber tekanan utama datang dari bisnis transaksi, karena pendapatan transaksi bersih secara keseluruhan turun 40% dibandingkan setahun sebelumnya menjadi $756 juta.
Pelemahan paling terasa datang dari pelanggan ritel. Di sisi lain, biaya dari institusi masih dinilai lebih tahan dibandingkan segmen ritel, meski tidak cukup kuat untuk menahan pelemahan total.
Pasar kripto yang lesu menekan aktivitas
Kinerja Coinbase tidak lepas dari kondisi pasar aset digital yang masih lemah. Data CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar seluruh aset digital turun sekitar $600 miliar selama periode tersebut.
Harga aset kripto memang sempat pulih sedikit, tetapi posisinya masih jauh dari puncak Oktober. Di saat yang sama, indeks saham utama terus mencetak rekor baru, sementara aset digital tertinggal jauh.
Situasi itu memengaruhi kebiasaan pengguna Coinbase. Chief Financial Officer Coinbase, Alesia Haas, mengatakan bahwa saat harga turun, pelanggan cenderung “HODL lebih banyak daripada berdagang.”
Pernyataan itu menggambarkan mengapa pendapatan transaksi Coinbase ikut tertekan. Saat pengguna menahan aset alih-alih aktif bertransaksi, sumber pemasukan utama perusahaan ikut mengecil.
Haas juga menyebut Coinbase tetap tumbuh di pasar perdagangan spot kripto AS. Ia menambahkan bahwa fundamental perusahaan masih kuat meski ada hambatan makro jangka pendek.
Efisiensi dijalankan di tengah penurunan
Untuk merespons tekanan bisnis, Coinbase mengumumkan pemangkasan 14% karyawan atau sekitar 700 pekerja. Perusahaan menyebut kondisi pasar saat ini dan kebutuhan mengoptimalkan operasi “untuk era AI” sebagai alasan langkah tersebut.
Di saat yang sama, profitabilitas operasional ikut melemah. Adjusted EBITDA Coinbase turun 67% menjadi $303 juta, menunjukkan tekanan tidak hanya datang dari pendapatan, tetapi juga dari sisi laba operasional.
Saham Coinbase sendiri masih jauh dari stabil. Hingga kini, harganya turun 15% sejak awal tahun dan sudah merosot 50% dari puncaknya pada Oktober.
Gabungan antara pasar kripto yang lesu, transaksi ritel yang melemah, dan pengetatan biaya membuat kinerja Coinbase sangat sensitif terhadap arah industri aset digital. Selama volume perdagangan belum pulih, tekanan pada pendapatan dan laba perusahaan tampaknya masih akan berlanjut.
