Pembinaan Muda Jabar Makin Menjalar Ke 17 Daerah, Pintu Menuju Piala Presiden Terbuka Lebar

Sebanyak 12.400 pemain sudah terlibat dalam Liga Jabar Istimewa 2026 hingga pekan ke-8. Angka itu muncul dari penyelenggaraan yang sudah menjangkau 17 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Sebaran yang makin luas ini membuat ajang sepak bola usia dini tersebut tidak lagi terpusat di satu wilayah. Liga Jabar Istimewa kini hadir di kota besar sekaligus daerah kabupaten, dengan tambahan penyelenggaraan yang masih akan terus bergerak.

Jalur pembinaan menuju level lebih tinggi

Di balik ramainya partisipasi, Liga Jabar Istimewa juga menjadi jalur pembinaan yang menarik perhatian orang tua. Muhammad Zaelani Saputra, Pelaksana Tugas Sekjen PSSI Provinsi Jawa Barat, menilai antusiasme itu wajar karena kompetisi ini punya jenjang yang jelas.

Dari level regional, para pemain muda bisa naik ke tingkat provinsi, lalu menuju nasional. Jalur tersebut semakin penting karena Piala Presiden yang sudah diterbitkan PSSI Pusat akan mempertandingkan kelompok usia 10 dan 12 tahun pada 7-12 Juli 2026.

Dukungan daerah ikut memperkuat ajang

Zaelani yang akrab disapa Bang Zae menyebut dukungan dari daerah menjadi salah satu kekuatan utama penyelenggaraan. Sokongan datang dari bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, kapolres, hingga Dispora di wilayah yang menjadi tuan rumah.

Menurut dia, dukungan itu memberi dorongan besar bagi para pemain yang turun bertanding. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat juga membuat Liga Jabar Istimewa terasa punya dampak yang lebih luas dari sekadar pertandingan.

Meluas dari Cimahi hingga Depok

Liga Jabar Istimewa 2026 pertama kali dibuka di Kota Cimahi. Setelah itu, Kota Depok menjadi daerah terbaru yang ikut menggelar ajang yang sama.

Selain dua kota tersebut, pertandingan juga berlangsung di Kabupaten Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Purwakarta, Sumedang, Bandung, Kota Banjar, Kabupaten Bekasi, Kota Tasikmalaya, Majalengka, Kota Bekasi, Kabupaten Subang, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Sebaran ini menunjukkan kompetisi berjalan di banyak titik, bukan hanya di satu kawasan utama.

Masih ada daerah lain yang menyusul

Berdasarkan catatan PSSI Provinsi Jawa Barat, jumlah wilayah penyelenggara masih berpotensi bertambah. Zaelani menyebut hingga Juni ini, daerah lain di Jawa Barat akan segera menyusul menggelar Liga Jabar Istimewa.

Dengan begitu, total sebaran peserta dan lokasi pertandingan diperkirakan terus berkembang. Pola ini membuat Liga Jabar Istimewa menjadi ajang yang hidup di banyak daerah secara bersamaan.

Efek lain di sekitar lokasi pertandingan

Penyelenggaraan Liga Jabar Istimewa 2026 juga memberi manfaat bagi warga di sekitar arena. Ajang ini menjadi wahana wisata olahraga bagi orang tua siswa dan ikut mendorong tumbuhnya UMKM lokal.

Di sisi pembinaan, PSSI Jabar juga menemukan catatan yang perlu ditangani. Sejumlah pelatih di SSB tertentu disebut masih belum memiliki lisensi, sehingga PSSI Jabar akan mendorong mereka mengikuti kursus kepelatihan yang segera diselenggarakan.

Jadwal yang sudah masuk daftar

Sejumlah daerah sudah memiliki jadwal pelaksanaan Liga Jabar Istimewa 2026. Kabupaten Kuningan dan Kota Bandung dijadwalkan pada 14 Mei, disusul Kabupaten Indramayu pada tanggal yang sama dan Kabupaten Pangandaran pada 16 Mei.

Jadwal lainnya mencakup Kabupaten Bogor pada 23 Mei, Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi pada 23-24 Mei, Kabupaten Karawang pada 30 Mei, serta Kota Bogor pada 6 Juni. Kabupaten Cianjur juga sudah terlaksana, sementara Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Subang turut masuk daftar penyelenggaraan.

Source: g-sports.id

Berita Terkait