Hyundai Ioniq V datang dengan paket yang terasa lebih serius untuk menantang sedan listrik premium. Bukan hanya soal bentuk fastback yang makin rapi, tetapi juga kabin digital, fitur bantuan mengemudi, dan pilihan penggerak yang dibuat lebih fleksibel.
Di pasar yang semakin menilai mobil listrik dari kualitas pengalaman harian, pendekatan seperti ini menjadi penting. Hyundai tampaknya ingin menempatkan Ioniq V bukan sekadar sebagai mobil futuristis, melainkan sebagai produk yang punya citra matang dan relevan untuk kelas yang lebih tinggi.
Kabin jadi pusat perhatian
Bagian dalam Ioniq V menjadi salah satu senjata utamanya. Hyundai memasang layar ganda terintegrasi beresolusi 4K berukuran 27 inci, lalu menambah head-up display agar informasi penting lebih mudah dipantau saat berkendara.
Sistem digital itu berjalan dengan chip Snapdragon 8295. Dukungan perangkat ini mencakup infotainment, perintah suara, hingga pengaturan multi-zona di dalam kabin, sehingga responsnya dibuat lebih cepat dan fungsional.
Nuansa modern juga diperkuat dengan pencahayaan ambient di beberapa titik interior. Hasilnya, kabin tidak hanya terlihat canggih, tetapi juga terasa seperti ruang interaksi digital yang lebih serius.
Fitur berkendara ikut ditingkatkan
Hyundai tidak berhenti di tampilan kabin. Ioniq V juga dibekali fitur bantuan mengemudi level 2+ hasil pengembangan Momenta.
Paket tersebut mencakup navigasi jalan raya, fitur NOA untuk penggunaan di area perkotaan, serta sistem parkir otomatis. Kehadiran fitur-fitur ini membuat Ioniq V lebih cocok untuk kebutuhan harian, terutama bagi pengguna yang menginginkan bantuan berkendara yang lengkap.
Di segmen sedan premium, kelengkapan seperti ini sering menjadi pembeda. Karena itu, Ioniq V diarahkan tidak hanya untuk menarik perhatian lewat desain, tetapi juga lewat kemudahan penggunaan yang terasa nyata.
Bentuknya makin dekat ke versi produksi
Secara tampilan luar, Ioniq V sudah semakin mendekati versi produksi setelah sebelumnya dipamerkan di Beijing Auto Show 2026. Panel bodinya kini terlihat lebih presisi, sementara elemen pencahayaan disebut sudah final.
Mobil ini memiliki panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm. Proporsi tersebut menegaskan karakter sedan listrik menengah dengan postur rendah dan memanjang.
Hyundai memilih gaya desain yang sederhana, tetapi justru memberi kesan mahal dan modern. Garis atap fastback mengalir tanpa putus, sedangkan detail eksterior dibuat minim agar aliran udara tetap bersih.
Bagian samping tampil rapi berkat pintu tanpa bingkai dan gagang pintu semi-tersembunyi. Di belakang, lampu memanjang yang membentang penuh memberi identitas kuat, sementara diffuser minimalis di bagian bawah membantu mempertegas sisi aerodinamika.
Pilihan penggerak dibuat lebih lentur
Dari sisi teknis, Hyundai menawarkan Ioniq V dalam dua konfigurasi, yaitu BEV dan EREV. Strategi ini menunjukkan pendekatan elektrifikasi yang lebih fleksibel, khususnya untuk pasar China.
Tenaga yang tersedia mencakup motor listrik 140 kW atau sekitar 190 dk, serta varian yang lebih bertenaga dengan output 168 kW atau sekitar 228 dk. Dua opsi ini memberi ruang bagi konsumen untuk memilih karakter performa dan efisiensi sesuai kebutuhan.
Ioniq V juga sudah memakai arsitektur kelistrikan 800V. Sistem ini mendukung pengisian daya cepat melalui DC fast charging selama infrastruktur pendukung tersedia.
Untuk baterai, Hyundai menggunakan pasokan dari CATL. Sistem baterainya disebut berfokus pada efisiensi penyimpanan energi sekaligus menjaga stabilitas suhu dalam berbagai kondisi penggunaan.
Dengan kombinasi desain yang lebih matang, kabin digital 27 inci, fitur bantuan mengemudi level 2+, dan dua opsi sistem penggerak, Hyundai Ioniq V tampil sebagai model yang naik kelas. Mobil ini mulai terlihat punya modal kuat untuk menarik perhatian konsumen sedan premium yang mencari teknologi, efisiensi, dan citra modern dalam satu paket.
Source: kabaroto.com






