Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan pemerataan sebagai inti arah pembangunan yang diusung Dedi Mulyadi. Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Gubernur Jawa Barat itu menegaskan bahwa kebangkitan warga tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus terlihat dalam kerja nyata yang menjangkau seluruh daerah.
Pesan tersebut disampaikan Dedi pada Rabu (20/5/2026) saat ia mengajak masyarakat Jawa Barat untuk keluar dari ketertinggalan. Ia menekankan bahwa setiap warga berhak hidup bahagia dan sejahtera, tanpa dibatasi oleh kondisi wilayah tempat tinggalnya.
Hak yang Sama untuk Semua Warga
Dedi menyoroti bahwa kesempatan yang adil harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Hak atas peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial disebutnya sebagai dasar yang tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Pandangan itu sejalan dengan arah pembangunan Jawa Barat yang ingin menempatkan pemerataan sebagai fondasi. Pemprov Jawa Barat ingin memastikan kebijakan tidak menumpuk di wilayah tertentu, tetapi juga menyentuh daerah yang selama ini tertinggal.
Menurut Dedi, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia harus berjalan beriringan. Keduanya dipandang penting untuk membuka akses yang lebih setara bagi warga di berbagai wilayah Jawa Barat.
Ajakan Bangkit dari Dalam Diri
Selain menyoroti kebijakan pembangunan, Dedi juga menekankan sisi kebangkitan personal. Ia menyebut kebangkitan yang sesungguhnya berawal dari kesadaran diri untuk berubah dan bergerak maju.
Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat bangkit dari kemalasan, penderitaan, dan keterpurukan. Seruan itu diarahkan agar warga tidak hanya menunggu perubahan, tetapi ikut menguatkan dorongan dari dalam diri masing-masing.
Dedi menilai Harkitnas menjadi momen yang tepat untuk memperbarui tekad. Bagi dia, semangat kebangkitan perlu hidup dalam cara pandang masyarakat sehari-hari, bukan sekadar muncul saat peringatan berlangsung.
Jawa Barat Istimewa sebagai Arah Pembangunan
Di tengah ajakan itu, Dedi kembali menegaskan slogan yang menjadi penanda arah tata kelola daerah di bawah kepemimpinannya. Ia menyebut, “Wujudkan Jawa Barat Istimewa, lembur diurus, kota ditata.”
Kalimat tersebut menggambarkan fokus Pemprov Jawa Barat untuk membangun daerah secara lebih seimbang. Pemerintah ingin agar desa dan kota sama-sama memperoleh perhatian, sehingga pembangunan tidak hanya terasa di pusat perkotaan.
Karena itu, program kerja Pemprov Jawa Barat diarahkan agar selaras hingga ke wilayah pelosok. Tujuannya adalah menghadirkan pemerataan yang nyata, bukan hanya dalam dokumen kebijakan, tetapi juga dalam hasil yang dirasakan warga.
Semangat Kebangkitan dalam Kerja Nyata
Dedi menempatkan Hari Kebangkitan Nasional sebagai pengingat bahwa semangat kebangkitan harus diterjemahkan ke tindakan. Ia mengajak warga Jawa Barat untuk bergerak bersama, meninggalkan ketertinggalan, dan membangun masa depan yang lebih merata.
Dengan cara itu, peringatan Harkitnas tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga dorongan untuk menyatukan langkah pemerintah dan masyarakat. Fokus utamanya tetap sama, yaitu memastikan Jawa Barat tumbuh dengan lebih adil bagi warga di desa maupun di kota.
Source: www.harapanrakyat.com






