Target transaksi Rp30 triliun dipasang pemerintah untuk memanfaatkan libur sekolah sebagai pendorong belanja nasional. Melalui program Belanja di Indonesia Aja atau BINA Holiday and Back to School 2026, Kementerian Perdagangan melihat periode ini sebagai momen yang kuat untuk menggerakkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas perdagangan.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai ruang pertumbuhan dari pola belanja masyarakat pada masa libur sekolah masih terbuka lebar. Ia menegaskan program ini tidak hanya ditujukan untuk mengangkat penjualan di pusat perbelanjaan, tetapi juga untuk memberi efek berantai ke sektor lain yang ikut bergerak ketika masyarakat berbelanja.
Dorongan untuk banyak sektor
Pemerintah berharap promosi belanja selama libur sekolah ikut menggerakkan pariwisata, transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, dan UMKM. Karena itu, BINA Holiday and Back to School 2026 diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat perdagangan nasional sekaligus mendorong konsumsi domestik.
Dalam peluncuran program di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Roro menyampaikan optimisme bahwa rangkaian kegiatan ini dapat mengakselerasi aktivitas ekonomi nasional. Ia menyebut target transaksi hingga Rp30 triliun masih sejalan dengan potensi yang ingin digarap pemerintah dari musim libur sekolah.
Modal dari kondisi ekonomi yang masih tumbuh
Keyakinan pemerintah tidak berdiri sendiri. Pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan, sementara konsumsi rumah tangga naik 5,52 persen dan menyumbang 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional.
Di sisi lain, sektor perdagangan juga menguat 6,26 persen secara tahunan. Roro juga menyoroti Indeks Penjualan Riil yang tumbuh 4,74 persen serta transaksi perdagangan berbasis digital yang ikut meningkat, sehingga pergerakan konsumsi masyarakat dinilai masih terjaga.
Kolaborasi ritel yang sudah berjalan lama
Program BINA Holiday and Back to School 2026 digelar bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau Hippindo. Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menyebut BINA sebagai kelanjutan kerja sama antara pelaku ritel dan pemerintah yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun terakhir.
Budihardjo menegaskan kolaborasi itu menjadi wujud nyata untuk mendorong masyarakat berbelanja dan berwisata di Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa target perputaran ekonomi program ini tetap berada di angka Rp30 triliun, sejalan dengan ambisi pemerintah menggenjot konsumsi di masa libur sekolah.
Optimisme dari capaian sebelumnya
Pemerintah juga membawa bekal dari program BINA Lebaran 2026 yang mencatat transaksi Rp54,9 triliun. Angka tersebut melampaui target Rp53,38 triliun, sehingga pemerintah menilai target Rp30 triliun pada periode libur sekolah cukup realistis untuk dikejar.
Dengan dukungan konsumsi domestik yang masih tumbuh dan sinergi lintas sektor yang diperluas, pemerintah berharap musim liburan kali ini memberi dampak yang lebih luas dari sekadar ramainya pusat belanja. Fokusnya adalah membuat belanja masyarakat selama libur sekolah menjadi penggerak tambahan bagi ekonomi nasional.
Source: www.viva.co.id






