Kasus salah kirim perangkat di Google Store memanas setelah seorang pembeli mengaku menerima Motorola Razr 2025 padahal yang ia pesan adalah Pixel 10. Yang membuat cerita ini cepat menyita perhatian bukan hanya barang yang datang keliru, tetapi juga penanganan komplain yang disebut berlarut-larut tanpa kepastian.
Unggahan soal insiden ini pertama kali muncul di Reddit, tepatnya di subreddit r/GooglePixel. Di sana, pembeli itu menceritakan bahwa ia memesan Google Pixel 10 pada 9 Mei dan sekaligus berniat menukar tambah Pixel 7 miliknya dalam transaksi yang sama.
Paket pesanan lalu disebut sampai pada 14 Mei. Namun, saat kotak dibuka, isi di dalamnya dilaporkan bukan Pixel 10 seperti yang diharapkan, melainkan Motorola Razr keluaran 2025.
Setelah menemukan ketidaksesuaian itu, pembeli disebut langsung menghubungi dukungan Google. Respons awal yang diterima adalah janji pembaruan dalam rentang 24 hingga 72 jam, tetapi menurut klaim pembeli, tidak ada penyelesaian nyata setelah waktu itu lewat.
Pembeli tersebut mengatakan bahwa jawaban baru baru muncul setelah beberapa email lanjutan dan satu panggilan telepon lagi beberapa hari kemudian. Ia juga menyebut setiap kali menghubungi dukungan, respons yang diberikan tetap sama, yaitu janji tindak lanjut 24 hingga 72 jam tanpa solusi yang jelas.
Karena merasa tidak mendapatkan kepastian dari Google Store, pembeli itu akhirnya mengambil langkah lain. Ia menyatakan sudah menggugat tagihan transaksi melalui perusahaan kartu kredit karena tidak lagi yakin masalahnya akan selesai lewat jalur dukungan Google.
Kisah ini memicu diskusi luas di Reddit. Sejumlah pengguna menduga ada kekeliruan di gudang, sementara yang lain menilai masalahnya mungkin terjadi di rantai pengiriman.
Ada juga komentar yang berspekulasi bahwa perangkat bisa saja tertukar di suatu titik sebelum sampai ke tangan pembeli. Meski begitu, belum ada konfirmasi publik yang menjelaskan di bagian mana kesalahan itu terjadi.
Karena belum ada penjelasan yang jelas, penyebab insiden ini masih belum pasti. Kasus tersebut bisa saja hanya kesalahan logistik biasa, tetapi tetap membuka pertanyaan soal proses pemenuhan pesanan untuk perangkat bernilai tinggi.
Situasi ini juga terasa kurang menguntungkan bagi Google. Lini Pixel selama ini punya penggemar setia berkat pengalaman Android yang bersih, pembaruan cepat, dan fitur berbasis AI.
Di sisi lain, Motorola juga sedang kembali dilirik lewat lini Razr lipatnya. Model-model baru Razr disebut membawa layar yang lebih besar dan daya tahan baterai yang lebih baik.
Perbandingan antara Pixel dan Razr sendiri memang sedang ramai di komunitas Android. Dalam beberapa bulan terakhir, ada sejumlah utas Reddit yang membahas kedua merek itu, terutama saat perangkat lipat Motorola dinilai makin kompetitif dari sisi perangkat keras.
Karena itu, salah kirim ini terasa ironis. Sebagian orang mungkin memang sedang menimbang perpindahan dari Pixel ke Razr, tetapi tentu bukan dengan menerima perangkat yang tidak sesuai pesanan.
Pada akhirnya, inti persoalannya bukan semata munculnya merek lain di dalam kotak. Yang menjadi sorotan adalah perangkat yang diterima tidak cocok dengan transaksi, sementara penanganan keluhan disebut tidak memberi jawaban yang memadai.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa belanja ponsel mahal secara online tetap menyimpan risiko, termasuk saat pembelian dilakukan lewat kanal resmi. Saat terjadi masalah, kecepatan investigasi dan kejelasan respons dari penjual menjadi hal yang sangat menentukan.
