Pemko Padang Ketat Menahan Lonjakan Harga Jelang Idul Adha, Inflasi Turun Ke 1,9 Persen

Author: Redaksi Android62

Pemkot Padang kini menempatkan pengendalian harga sebagai prioritas utama karena tekanan kebutuhan warga menjelang Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan meningkat tajam. Konsumsi rumah tangga pada Mei disebut bisa naik 30 persen hingga 50 persen, sehingga pasar diawasi lebih ketat agar lonjakan biaya kebutuhan pokok tidak langsung dirasakan masyarakat.

Di tengah situasi itu, inflasi Kota Padang justru menunjukkan perbaikan. Pada awal Mei, laju inflasi tercatat turun menjadi 1,9 persen setelah sebelumnya sempat berada di angka 3 persen pada April.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menilai capaian tersebut lahir dari kerja bersama berbagai pihak. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli warga saat kebutuhan meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Meski inflasi menurun, sejumlah komoditas masih bergerak naik. Beras Pandan Wangi, beras 42, cabai, dan bawang merah termasuk bahan pangan yang masih memberi tekanan pada harga di pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa kenaikan bawang merah dipicu pasokan dari luar daerah yang belum stabil. Sementara itu, harga gula dan minyak goreng mulai lebih terkendali setelah intervensi operasi pasar dilakukan secara masif.

Pengawasan berlapis disiapkan

Pemko Padang menyiapkan pengendalian harga dalam beberapa lapisan agar ketersediaan barang tetap aman dan gejolak harga tidak muncul tiba-tiba. Langkah ini juga diarahkan untuk menjaga agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga mendadak di pasar.

Operasi Pasar Murah digelar serentak satu minggu sebelum Idul Adha di Padang Utara, Kuranji, dan Koto Tangah. Selain itu, penyaluran subsidi voucher CSR serta pemantauan harga secara real-time melalui aplikasi SiDindang terus dioptimalkan.

UPTD Pasar juga memperkuat pengawasan harian di lapangan. Di sisi lain, penegakan hukum diarahkan kepada spekulan, sementara kepolisian disebut telah membongkar praktik pengoplosan gas LPG untuk menjaga pasokan energi warga.

Pasokan, distribusi, dan antisipasi gangguan

Pemantauan tidak hanya dilakukan pada harga, tetapi juga pada rantai distribusi dan pasokan. TPID Padang menyoroti adanya tantangan distribusi yang sempat dipengaruhi cuaca dan antrean BBM di sejumlah SPBU.

Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan gudang logistik dan cold storage. Fasilitas itu disiapkan untuk membantu mengurangi gangguan distribusi ketika cuaca ekstrem atau bencana alam terjadi.

Fizlan menegaskan target utama Pemko Padang adalah menjaga inflasi tetap di angka 1,9 persen atau bahkan di bawah 2 persen selama periode Lebaran Haji. Dengan sinergi antarlembaga, pemerintah daerah berharap masyarakat tetap bisa beribadah dan merayakan Idul Adha dengan harga yang lebih stabil.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru