Pemprov Jatim Perketat Pengamanan Surabaya, Gesekan Pesilat Masih Diwaspadai

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengamanan di Surabaya untuk mengantisipasi potensi benturan susulan yang dinilai masih terbuka. Fokus utama pengawasan diarahkan pada pergerakan massa yang berlangsung di tengah rangkaian kegiatan di kota itu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Eddy Supriyanto, menyebut koordinasi intensif sudah dilakukan bersama Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya. Langkah itu diambil menyusul bentrokan di Jalan Kalijudan yang memunculkan kekhawatiran akan gesekan lanjutan antar kelompok.

Pergerakan massa jadi titik paling rawan

Menurut Eddy, aparat saat ini memantau potensi gesekan antara konvoi pencak silat dan rombongan pendukung Persebaya. Situasi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena beririsan dengan momentum perayaan bulan Suro yang diwarnai banyak agenda pengesahan pencak silat.

Selain itu, di Surabaya juga terdapat rombongan pendukung Persebaya yang merayakan anniversary klub tersebut. Karena itu, pengawalan terhadap rombongan di lapangan terus dilakukan untuk mencegah pertemuan yang berpotensi memicu benturan.

Pengesahan pencak silat masih berlangsung

Perhatian aparat tidak hanya tertuju pada bentrokan yang sudah terjadi, tetapi juga pada rangkaian pengesahan pencak silat yang masih berlangsung sejak kemarin, hari ini, dan beberapa hari ke depan. Mobilisasi massa menggunakan kendaraan disebut menjadi salah satu titik rawan yang harus diawasi ketat.

Eddy menegaskan, pergeseran massa dari satu lokasi ke lokasi lain menjadi hal yang paling diantisipasi. Jika pergerakan itu tidak dikawal secara ketat, pertemuan dengan kelompok lain dapat memunculkan benturan baru.

Deteksi dini diperluas ke sejumlah daerah

Bakesbangpol Jatim bersama kepolisian terus memantau potensi pergerakan massa pada malam ini. Polda Jatim dan polres di berbagai wilayah Jawa Timur juga disebut menjalankan upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap rangkaian Suroan pencak silat.

Pernyataan tersebut disampaikan Eddy di Gedung Grahadi, Rabu (17/6/2026) petang. Hingga kini, pengamanan di Surabaya tetap difokuskan pada pencegahan agar bentrokan tidak meluas ke kelompok lain.

Source: www.detik.com
Berita Terbaru