Google Search sedang menghadapi situasi yang cukup janggal ketika AI Overview justru membaca pencarian kamus sebagai perintah. Saat pengguna mengetik kata sederhana untuk mencari arti, sistem malah merespons seolah-olah sedang menerima instruksi baru, bukan permintaan definisi.
Kasus ini paling terlihat pada kata “disregard”. Alih-alih menampilkan makna kata tersebut, AI Overview merespons dengan kalimat seperti, “Understood! I’ll ignore the previous prompt and start fresh.”
Perilaku itu memperlihatkan bahwa AI di hasil pencarian masih bisa salah menangkap konteks yang sangat dasar. Padahal, pencarian arti kata termasuk fungsi paling umum yang selama ini menjadi andalan Google Search.
Masalahnya tidak berhenti pada satu kata saja. Seorang pengguna di X lebih dulu menyoroti keanehan pada kata “disregard”, lalu pengujian lanjutan menemukan beberapa kata lain yang memicu respons serupa.
Sejumlah kata yang ikut disebut bermasalah antara lain “remember”, “start”, “finished”, “ignore”, dan “forget”. Pada kata-kata itu, AI Overview tampak lebih mudah menafsirkan kueri sebagai arahan tindakan daripada sebagai entri kamus.
Yang membuat kasus ini makin menarik, gangguan tersebut juga tidak selalu hilang meski pengguna menambahkan kata “definition” ke dalam pencarian. Artinya, pada beberapa situasi, sistem tetap mengunci interpretasi ke arah instruksi meski konteks pengguna sudah mengarah jelas ke pencarian arti.
Google sendiri sudah mengakui adanya masalah ini. Seorang juru bicara Google menyebut perusahaan mengetahui AI Overviews salah menafsirkan beberapa kueri yang berkaitan dengan aksi, dan perbaikannya sedang dikerjakan untuk segera diluncurkan.
Tantangan pada pencarian yang tampak sederhana
Insiden ini menjadi sorotan karena pencarian definisi biasanya merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Di masa sebelum AI semakin dominan, Google Search dikenal cepat menampilkan kotak definisi di bagian atas hasil pencarian tanpa membuat pengguna membuka situs lain.
Sekarang, peran itu dalam banyak kasus diambil alih oleh AI Overviews. Saat sistem bekerja normal, hasil seperti ini memang bisa membantu, tetapi kasus salah baca pada kata tertentu menunjukkan bahwa model AI masih kesulitan membedakan antara kata yang dicari maknanya dan kata yang juga bisa berfungsi sebagai perintah.
Masalah semacam ini menyoroti tantangan dasar pada mesin berbasis model bahasa. Satu kata bisa memiliki dua fungsi sekaligus, dan konteks menjadi penentu utama untuk menentukan maksud pengguna.
Dalam pencarian kamus, konteks sebenarnya sudah cukup jelas karena pengguna berada di Google Search dan hanya mengetik satu kata. Namun, contoh yang muncul menunjukkan bahwa AI Overview masih dapat salah membaca sinyal awal dan mengambil tafsir yang keliru.
Dampaknya ke pengguna dan hasil pencarian
Bagi pengguna biasa, respons seperti ini mungkin terasa lucu pada percobaan pertama. Tetapi jika terjadi saat orang hanya ingin tahu arti sebuah kata, hasil yang keluar justru mengganggu fungsi pencarian cepat yang selama ini sangat diandalkan.
Pencarian definisi sering dipakai untuk sekolah, pekerjaan, penerjemahan, atau sekadar memahami istilah baru. Ketika jawaban teratas berubah menjadi respons ala chatbot, pengguna harus melakukan langkah tambahan untuk mendapatkan arti yang sebenarnya sederhana.
Masalah ini juga muncul di area yang seharusnya rendah risiko. Definisi kata bukan pertanyaan kompleks atau topik yang membutuhkan penalaran panjang, sehingga kekeliruan seperti ini memunculkan pertanyaan tentang konsistensi AI di hasil pencarian.
Untuk saat ini, gangguan tersebut tampak terbatas pada beberapa istilah tertentu. AI Overview masih disebut mampu menampilkan definisi secara normal untuk banyak kata lain di Search.
Google belum menjelaskan detail teknis penyebab bug ini. Namun perusahaan sudah menegaskan bahwa perbaikan sedang disiapkan agar salah tafsir pada kueri terkait aksi bisa segera diatasi.
