Tim SAR gabungan masih mencari Made Dibya, pendaki berusia 80 tahun yang dilaporkan hilang saat pendakian di Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Untuk memperluas jangkauan pencarian, petugas menyisir jalur di darat sekaligus mengoperasikan drone thermal dari udara.
Upaya pencarian dilakukan setelah korban diketahui tidak kembali bersama rombongannya dari jalur pendakian Desa Sarin Buana. Hingga proses pencarian berlangsung, keberadaan Made Dibya belum ditemukan meski area penelusuran terus diperluas oleh petugas di lapangan.
Kronologi hilangnya pendaki
Rombongan pendaki berangkat pada Sabtu pagi melalui jalur Desa Sarin Buana. Dalam rombongan itu terdapat 13 orang, namun di tengah perjalanan hanya 10 orang yang masih melanjutkan pendakian.
Laporan awal mengenai hilangnya korban diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Minggu pukul 04.40 Wita. Informasi tersebut disampaikan oleh anggota BPBD Kabupaten Tabanan setelah rombongan menyadari ada satu orang yang belum kembali saat tiba di titik awal pendakian.
Dari keterangan awal, peristiwa diduga terjadi pada Sabtu sekitar pukul 14.00 Wita. Sejak saat itu, petugas berupaya menelusuri kemungkinan titik terakhir korban terlihat agar proses pencarian bisa lebih terarah.
Penyisiran dilakukan lewat darat dan udara
Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian lanjutan. Pada pagi hari berikutnya, 7 personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar diterjunkan ke area kejadian.
Petugas membawa perlengkapan mountaineering, alat medis, dan drone thermal. Peralatan itu digunakan untuk membantu pencarian di medan yang sulit dijangkau serta memantau peluang ditemukannya jejak korban dari udara.
Penggunaan drone thermal menjadi salah satu dukungan penting karena kawasan Gunung Batukaru memiliki medan pegunungan yang menuntut pencarian lebih teliti. Dengan bantuan perangkat tersebut, tim SAR berharap dapat mempercepat identifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban.
Sejumlah unsur ikut membantu di lapangan
Operasi pencarian ini melibatkan beberapa unsur dari berbagai instansi. Polsek Penebel mengerahkan 2 personel, sedangkan BPBD Kabupaten Tabanan menurunkan 5 personel ke lapangan.
Selain petugas resmi, warga setempat dan rekan korban juga ikut membantu proses pencarian. Keterlibatan banyak pihak dibutuhkan karena jalur pendakian di kawasan itu cukup luas dan menuntut penelusuran berlapis.
Sebelum tim SAR gabungan turun penuh, BPBD Kabupaten Tabanan sudah lebih dulu melakukan pencarian. Namun sampai saat itu, hasilnya belum menunjukkan titik terang dan korban masih belum ditemukan.
Gunung Batukaru kembali menjadi perhatian
Kasus ini kembali membuat Gunung Batukaru mendapat sorotan publik. Kawasan pendakian di Penebel dikenal memerlukan kesiapan fisik, pemahaman jalur, dan koordinasi rombongan yang baik selama pendakian berlangsung.
Dalam situasi seperti ini, proses penyisiran biasanya harus dilakukan bertahap karena medan pegunungan tidak selalu mudah diakses. Petugas kini tetap memusatkan perhatian pada area sekitar gunung sambil menelusuri kemungkinan lokasi terakhir Made Dibya berada.
Hingga pencarian masih berjalan, tim SAR gabungan terus mengandalkan gabungan penyisiran jalur, dukungan peralatan lapangan, dan bantuan drone thermal untuk memperluas pencarian di kawasan Gunung Batukaru.
Source: mediaindonesia.com






