Pendanaan Besar Dan Uji Orbit 2026, Dua Startup Ini Membidik Bisnis Bersih-Bersih Sampah Antariksa Mulai 2027

Portal Space Systems dan startup Australia Paladin Space sedang menyiapkan layanan pengangkatan sampah antariksa yang ditujukan masuk tahap komersial mulai 2027. Keduanya ingin membawa pembersihan puing di orbit rendah Bumi keluar dari fase demonstrasi dan menjadikannya operasi rutin yang bisa dilakukan berulang.

Langkah ini muncul ketika jumlah puing antariksa terus bertambah dan makin menyulitkan aktivitas di orbit. Para ahli memperkirakan ada hampir 130 juta pecahan benda di luar angkasa, mulai dari fragmen ledakan, pelepasan satelit, wahana yang ditinggalkan, hingga tahap roket bekas.

Model yang dikejar kedua perusahaan disebut Debris Removal as a Service atau DRAAS. Konsep ini dirancang agar satu misi tidak hanya berhasil menangkap satu objek, tetapi mampu mengangkat banyak puing sekaligus dalam satu operasi.

Portal menyatakan kemitraannya dengan Paladin diumumkan pada 19 Maret. CEO Portal Space Systems, Jeff Thornburg, menekankan bahwa tujuan mereka adalah menjadikan pengangkatan debris sebagai operasi nyata, bukan sekadar eksperimen teknologi.

Wahana Portal dan muatan Paladin

Layanan itu akan bertumpu pada wahana Starburst milik Portal. Platform tersebut dirancang bisa bermanuver dan diisi ulang bahan bakar, lalu dipadukan dengan muatan Triton milik Paladin untuk pencitraan, klasifikasi, dan penangkapan objek puing yang berputar.

Triton ditujukan untuk debris berukuran di bawah 1 meter atau 3 kaki. Paladin menilai target semacam ini penting karena puing kecil justru sering memicu manuver penghindaran tabrakan oleh operator satelit.

CEO Paladin Space, Harrison Box, mengatakan Triton dibangun untuk menghapus puluhan objek dalam satu misi. Menurutnya, pendekatan itu diharapkan bisa mengubah biaya remediasi debris dan memberi manfaat yang lebih besar bagi operator satelit.

Minat awal dari industri

Portal mengatakan layanan tersebut sudah menarik minat awal dari industri. Starlab Space disebut telah menandatangani surat minat untuk mengintegrasikan layanan itu ke operasi stasiun ruang angkasa masa depan.

Di sisi teknis, Portal menargetkan Starburst-1 masuk orbit pada akhir 2026. Peluncurannya direncanakan melalui misi rideshare SpaceX Transporter-18.

Jadwal itu menjadi pijakan menuju layanan komersial yang dibidik mulai 2027 dan seterusnya. Jika sesuai rencana, tahun tersebut dapat menjadi awal layanan pembersihan debris yang lebih terstruktur di orbit rendah Bumi.

Portal juga telah mengamankan pendanaan untuk mempercepat pengembangan Starburst. Perusahaan itu meraih $50 juta dalam pendanaan Seri A pada awal April.

Di tengah orbit yang makin padat, kehadiran layanan seperti ini berpotensi menjadi langkah penting bagi industri satelit. Fokusnya bukan lagi hanya membuktikan bahwa puing bisa ditangkap, melainkan membangun layanan yang dapat dijalankan berulang untuk mengurangi risiko tabrakan di ruang angkasa.

Berita Terkait