Pendapatan CUAN Tumbuh 73 Persen, Tetapi Beban Bunga Masih Menekan Laba Akhir

Author: Redaksi Android62

Di tengah lonjakan pendapatan yang mencapai 73,57 persen, Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau CUAN masih harus berbagi ruang dengan beban keuangan yang besar. Itulah yang membuat laba neto emiten tersebut memang melesat 233,99 persen, tetapi tetap belum sepenuhnya mengikuti kecepatan pertumbuhan penjualannya.

Pada kuartal I-2026, laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk CUAN tercatat US$5,69 juta atau setara Rp99,01 miliar. Kenaikan itu terjadi seiring pendapatan yang naik menjadi US$371,33 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, di balik kinerja yang tampak agresif, struktur biaya masih menjadi ganjalan utama. Beban pokok pendapatan naik ke US$315,06 juta dari US$197,01 juta, sehingga ruang kenaikan laba bersih tidak selebar kenaikan pendapatan.

Batu bara masih menjadi mesin utama

Pendorong terbesar pendapatan CUAN masih datang dari segmen pertambangan dan penjualan batu bara. Lini ini menyumbang US$238,71 juta dan tumbuh hampir dua kali lipat dibanding kuartal pertama tahun sebelumnya.

Di luar batu bara, perseroan juga memperoleh pemasukan dari bisnis rekayasa dan konstruksi sebesar US$106,43 juta. Ada pula tambahan dari sektor EPCI minyak dan gas lepas pantai senilai US$13,59 juta.

Komposisi tersebut menunjukkan CUAN tidak bertumpu pada satu sumber pendapatan saja. Meski begitu, batu bara tetap menjadi penopang paling dominan dalam pertumbuhan kuartalan perusahaan.

Beban keuangan masih menekan margin

Analisis PintarSaham mencatat beban keuangan CUAN masih besar, yakni US$27,3 juta. Kondisi itu ikut menahan laju profitabilitas akhir meski pendapatan dan laba kotor sama-sama bergerak naik.

Margin laba bersih CUAN pun hanya berada di level 1,47 persen. Artinya, sebagian pendapatan operasional masih terserap untuk pembayaran bunga dan beban lain yang menyertainya.

Meski demikian, kinerja operasional tetap menunjukkan arah positif. Berdasarkan data laporan keuangan per 30 April 2026, laba kotor CUAN naik menjadi US$56,266 juta dan laba usaha mencapai US$31,026 juta.

Neraca masih memuat leverage tinggi

Dari sisi neraca, total aset CUAN tercatat sebesar US$2,75 miliar. Sementara itu, liabilitas perusahaan mencapai US$2,12 miliar sehingga rasio utang terhadap ekuitas atau DER berada di level 3,39 kali.

Leverage setinggi itu masih menjadi perhatian karena menunjukkan beban utang yang besar. Di saat yang sama, current ratio CUAN berada di 1,74 kali, yang menandakan likuiditas jangka pendek masih cukup terjaga.

Kombinasi itu memberi gambaran bahwa perusahaan masih punya kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Tetapi, struktur utang tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas laba dan persepsi risiko investor.

Harga saham tetap diperdagangkan mahal

Pada penutupan perdagangan 29 April 2026, saham CUAN berada di level Rp1.300 per lembar. Di harga tersebut, valuasinya masih tergolong sangat premium dengan Price to Earnings Ratio atau PER mencapai 423,1 kali.

Valuasi yang tinggi menunjukkan pasar masih menyimpan ekspektasi besar terhadap prospek ekspansi jangka panjang CUAN. Di sisi lain, harga seperti ini menuntut pertumbuhan yang konsisten agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Kinerja kuartal I-2026 memperlihatkan CUAN mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan biaya. Dengan kontribusi besar dari batu bara, dukungan bisnis rekayasa dan konstruksi, serta lini EPCI minyak dan gas, perusahaan masih bergerak dalam fase ekspansi yang agresif.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru