Pendapatan LiveScore Group Naik 15,3 Persen, Inggris dan Irlandia Jadi Penopang Utama

LiveScore Group menutup tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2025 dengan kenaikan pendapatan 15,3 persen secara tahunan. Perusahaan media olahraga itu mencatat pendapatan 206,3 juta poundsterling, sementara kerugian operasional turun hampir separuh menjadi 26,7 juta poundsterling dari 50,7 juta poundsterling pada periode sebelumnya.

Perbaikan itu datang di tengah perubahan besar pada peta bisnis perusahaan. Saat sejumlah pasar dilepas, Inggris dan Irlandia justru menjadi penopang utama yang membantu menjaga laju pertumbuhan dan memperkuat posisi keuangan grup.

Inggris dan Irlandia jadi penahan tekanan

Kenaikan paling menonjol berasal dari pasar Inggris dan Irlandia. Pendapatan di dua wilayah tersebut melonjak dari 139,2 juta poundsterling menjadi 175,6 juta poundsterling, dan pencapaian itu membantu menutup pelemahan omzet di Eropa.

Bagi LiveScore Group, kedua pasar inti tersebut menjadi sumber kestabilan ketika perusahaan menyesuaikan arah bisnisnya. Dalam dokumen yang disampaikan ke Companies House, direksi menilai basis pendapatan yang lebih beragam memberi ketahanan yang cukup untuk menghadapi kenaikan biaya operasional di Inggris.

Pangsa bisnis inti masih dominan

Jika dilihat dari komposisi pendapatan, lini operasional konsumen tetap menjadi penyumbang terbesar. Segmen ini menghasilkan 185,1 juta poundsterling, jauh di atas unit media dan afiliasi yang turun tipis menjadi 19,1 juta poundsterling.

Susunan itu menunjukkan bahwa pertumbuhan LiveScore Group masih bertumpu pada bisnis utama. Diversifikasi memang membantu, tetapi kontribusi terbesar tetap datang dari lini yang berhubungan langsung dengan operasional konsumen.

Langkah keluar dari pasar yang kurang mendukung

Kinerja yang membaik ini juga tidak lepas dari keputusan perusahaan untuk meninggalkan wilayah yang dinilai kurang menguntungkan. LiveScore Group menghentikan operasional di Belanda pada November 2024 dan di Bulgaria pada akhir 2025.

Keputusan tersebut dipicu oleh kenaikan tarif pajak dan pembatasan iklan yang membuat kedua pasar itu kurang menarik untuk dilanjutkan. Penarikan dari Belanda menimbulkan biaya restrukturisasi sebesar 3 juta poundsterling, namun penyesuaian itu tidak mendorong pembengkakan struktur organisasi secara besar.

Jumlah tenaga kerja global perusahaan tetap berada di 643 karyawan. Angka itu menunjukkan bahwa penataan pasar dilakukan dengan fokus pada efisiensi, bukan dengan ekspansi besar pada sumber daya manusia.

Posisi kas memberi ruang gerak lebih luas

Di sisi neraca, cadangan kas LiveScore Group naik menjadi 22,5 juta poundsterling. Kondisi itu memberi fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan untuk menjaga operasional di tengah perubahan regulasi dan biaya yang terus bergerak.

Manajemen juga menegaskan bahwa struktur pendapatan yang lebih terdiversifikasi membantu menyerap kenaikan biaya operasional di Inggris. Dengan kombinasi itu, perusahaan memiliki bantalan yang lebih kuat saat menghadapi tekanan dari biaya dan penyesuaian pasar.

Ekspansi mulai bergeser ke wilayah lain

Di luar upaya efisiensi, LiveScore Group juga mulai menambah jejak bisnis di luar Eropa. Perusahaan meluncurkan operasional baru di Afrika Selatan pada awal 2026, mengikuti aktivitas yang sebelumnya sudah berjalan di Nigeria.

Langkah ini memperlihatkan arah ekspansi yang bergeser ke yurisdiksi dengan kerangka regulasi yang lebih mendukung. Pada saat yang sama, manajemen menyatakan optimisme menghadapi kenaikan pajak operasional digital sebesar 40 persen di Inggris yang mulai berlaku 1 April 2026, dari tarif sebelumnya 21 persen.

Dengan pendapatan yang meningkat, kerugian yang menyempit, dan cadangan kas yang lebih kuat, LiveScore Group kini bertumpu pada pasar inti sambil menata ulang portofolio wilayahnya. Inggris dan Irlandia masih menjadi mesin pertumbuhan utama, sementara pasar yang dilepas digantikan oleh strategi yang lebih selektif di negara lain.

Berita Terkait