Pengawasan Kearsipan Jabar Tembus AA, Arsip Digital Makin Dianggap Penentu Arah Pembangunan

Author: Redaksi Android62

Jawa Barat mencatat capaian penting di Anugerah Kearsipan 2026 yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Provinsi ini membawa pulang dua penghargaan sekaligus, yang mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan arsip digital paling kuat di tingkat nasional.

Penghargaan itu datang dari dua sisi yang berbeda. Jawa Barat meraih Penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional 2026 pada Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), lalu menambahnya dengan Penghargaan Pengawasan Kearsipan Nasional berkat nilai kematangan 95,96 yang masuk kategori AA atau sangat memuaskan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menerima langsung penghargaan tersebut dari Kepala ANRI Mego Pinandito di Bandung. Bagi Erwan, pencapaian itu tidak hanya mencerminkan kerapian administrasi, tetapi juga menunjukkan bahwa arsip punya peran yang lebih luas dalam menjaga arah pembangunan.

Erwan menilai arsip merupakan penopang penting bagi peradaban. Ia menekankan bahwa tanpa ingatan yang tersusun rapi, pembangunan bisa kehilangan pegangan dan arah kebijakan berpotensi kabur.

Arsip digital diperlakukan sebagai kerja sistematis

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, penghargaan ini juga menjadi penegasan bahwa digitalisasi arsip bukan sekadar kegiatan teknis. Erwan mengapresiasi kerja Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Jawa Barat yang dinilainya menjalankan digitalisasi, perlindungan, dan penyelamatan dokumen negara secara rigid dan sistematis.

Pandangan itu menunjukkan perubahan cara melihat kearsipan di pemerintahan daerah. Arsip tidak lagi ditempatkan hanya sebagai tempat penyimpanan dokumen lama, melainkan sebagai bagian dari tata kelola modern yang mendukung transparansi dan jejak kerja lembaga publik.

Dorongan agar prestasi tidak berhenti di penghargaan

Meski meraih hasil tertinggi di tingkat nasional, Erwan meminta aparatur sipil negara di Jawa Barat untuk tidak cepat puas. Ia menilai penghargaan tersebut seharusnya menjadi dorongan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga keterbukaan kinerja pemerintahan.

Bagi pemerintah provinsi, capaian ini bukan garis akhir. Penghargaan justru menjadi ukuran untuk mempertahankan konsistensi dalam mengelola informasi dan dokumen negara agar tetap tertib, aman, dan bisa ditelusuri dengan baik di masa depan.

Capaian daerah ikut memperkuat posisi Jawa Barat

Prestasi Jawa Barat di tingkat provinsi juga diikuti oleh pemerintah daerah di bawahnya. Pemda Kabupaten Purwakarta meraih penghargaan Simpul Jaringan Teladan Nasional 2026 untuk klaster kabupaten/kota.

Pemda Kabupaten Bogor juga ikut menorehkan hasil baik melalui Penghargaan Pengawasan Kearsipan Nasional 2026. Kabupaten itu mencatat nilai 93,97 dan masuk kategori AA atau sangat memuaskan.

Rangkaian penghargaan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan kearsipan di Jawa Barat berjalan tidak hanya di level provinsi. Capaian itu juga merata hingga ke kabupaten dan kota, sejalan dengan upaya menjaga rekam jejak pemerintahan secara lebih tertib, digital, dan terukur.

Source: jabar.antaranews.com
Berita Terbaru