Hesai menutup kuartal pertama dengan capaian yang jarang terjadi di industri sensor otomotif: pengiriman LiDAR melesat tajam, tetapi laba tetap positif. Perusahaan asal China itu membukukan laba bersih 18,3 juta yuan atau sekitar $2,7 juta, sekaligus mempertahankan profitabilitas berbasis GAAP untuk kuartal keempat berturut-turut.
Kinerja tersebut ikut mengangkat pendapatan bersih menjadi 680,6 juta yuan, tumbuh 29,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendorong utamanya datang dari volume pengiriman yang melonjak 140,9% secara tahunan menjadi 471.723 unit.
Permintaan otomotif masih jadi mesin utama
Di antara seluruh lini bisnis, pengiriman LiDAR untuk ADAS tetap menjadi penyumbang terbesar. Pada kuartal ini, Hesai mengirim 353.441 unit untuk segmen tersebut, naik 141,9% dari tahun sebelumnya.
Segmen robotik juga ikut menambah volume bisnis perusahaan. Pengiriman LiDAR untuk robotik mencapai 118.282 unit, atau tumbuh 137,8% secara tahunan.
Lonjakan pengiriman itu datang dengan konsekuensi pada struktur keuntungan. Margin kotor kuartal pertama turun menjadi 39,1% dari 41,7% setahun sebelumnya karena porsi pendapatan dari produk dengan margin lebih rendah meningkat.
Mercedes-Benz menjadi pintu penting berikutnya
Di luar angka keuangan, Hesai mendapat dorongan strategis besar lewat kerja sama dengan Mercedes-Benz. CEO Li Yifan menyampaikan bahwa perusahaan kini menjadi mitra LiDAR strategis sekaligus pemasok resmi untuk model Mercedes-Benz yang mendukung otonomi Level 3.
Kerja sama tersebut akan mendukung program Mercedes-Benz di Eropa dan China. Produksi LiDAR untuk program ini akan ditopang oleh pusat manufaktur Galileo milik Hesai di Thailand.
Bagi Hesai, status ini memperkuat posisinya di segmen otomotif premium. Kesepakatan tersebut juga menunjukkan bahwa LiDAR buatan perusahaan makin diterima untuk kebutuhan otonomi yang lebih maju.
Bisnis mulai diperluas di luar LiDAR
Hesai tidak berhenti pada pasar sensor semata. Perusahaan kini menggeser fokus dari “spatial perception” ke “spatial intelligence” dan menata ulang pelaporan keuangannya ke dua segmen utama, yaitu “LiDAR Business” dan “Strategic Growth Initiatives”.
Sebagai bagian dari arah baru itu, Hesai memperkenalkan perangkat spatial intelligence pertamanya, Kosmo, pada Tech Day di April 2026. Perangkat ini dirancang untuk membangun infrastruktur data 3D dunia nyata bagi era physical AI.
Manajemen memperkirakan inisiatif pertumbuhan strategis tersebut akan menyumbang sekitar 100 juta yuan dalam pendapatan bersih tahun ini. Sumber pendapatan baru itu diperkirakan mulai terlihat pada kuartal kedua 2026.
Persiapan lini premium ikut berjalan
Di sisi produk, Hesai juga menyiapkan Picasso, chip 6D full-color ultra-sensitive pertama di dunia. Teknologi itu akan digunakan pada model LiDAR premium ETX.
Produksi massal ETX ditargetkan dimulai pada paruh kedua 2026. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap mengejar volume, tetapi pada saat yang sama juga memperkuat lini produk kelas atas.
Untuk kuartal kedua, Hesai masih menjaga prospek positif. Perusahaan memperkirakan pendapatan bersih berada di kisaran 850 juta yuan hingga 900 juta yuan, atau naik sekitar 20% hingga 27% secara tahunan.
Dengan laba yang tetap terjaga, pengiriman yang terus meningkat, serta kontrak besar bersama Mercedes-Benz, Hesai kini bergerak ke fase ekspansi yang lebih luas. Tantangan berikutnya ada pada kemampuan menjaga pertumbuhan tetap sehat sambil membangun bisnis baru di luar pasar LiDAR tradisional.
Source: cnevpost.com