Penguatan Bahasa Inggris Di Ma’arif NU Jateng Didorong Pakai Standar Global, Target Siswa Siap Bersaing Hingga Luar Negeri

Author: Redaksi Android62

Penguatan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan Ma’arif NU Jawa Tengah kini mulai diarahkan ke standar yang lebih terukur dan bertaraf global. Melalui workshop di Hotel Novotel Semarang, sedikitnya 100 guru dan kepala sekolah atau madrasah NU se-Jawa Tengah mendapat pembekalan yang menempatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal penting, bukan sekadar pelajaran tambahan.

Kegiatan ini menunjukkan adanya dorongan baru agar sekolah dan madrasah Ma’arif NU di Jawa Tengah memiliki arah pembelajaran yang lebih jelas. Fokusnya tidak hanya pada penguasaan materi di kelas, tetapi juga pada kesiapan peserta didik untuk bersaing di tingkat nasional dan global.

Menyiapkan arah yang sama

Plh. Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Hidayatun, membuka kegiatan tersebut dan menekankan perlunya ruang bersama bagi para pemimpin sekolah serta guru bahasa Inggris. Forum ini dipakai untuk menyamakan persepsi tentang arah pembelajaran bahasa Inggris ke depan.

Hidayatun menilai kemampuan berbahasa Inggris sudah tidak bisa diposisikan sebagai kompetensi tambahan. Menurutnya, kemampuan itu perlu disiapkan sejak dini agar peserta didik memiliki bekal untuk menghadapi peluang di era global.

Dorongan menuju daya saing internasional

LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah juga membuka peluang kolaborasi dengan institusi nasional maupun internasional. Salah satu arah yang ingin didorong adalah kesiapan peserta didik untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

Karena itu, penguatan kompetensi bahasa Inggris disebut menjadi fondasi penting. Bekal tersebut dibutuhkan agar peserta didik bukan hanya siap bersaing, tetapi juga mampu berkontribusi di tingkat global.

Program yang sudah lama disiapkan

Hidayatun menyebut program ini sebagai mimpi yang telah lama dibangun. Program itu dirancang untuk menjawab kebutuhan agar anak-anak memiliki daya saing internasional.

Ia juga menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya menyediakan sumber belajar berstandar global. Ada pendampingan selama satu tahun penuh untuk meningkatkan profisiensi guru agar penguatan pembelajaran benar-benar berjalan.

Membaca ulang ukuran keberhasilan belajar

Pada sesi utama, Business Development Manager Medan Pustaka Mas, Derby BS, mengajak peserta melihat kembali cara memandang pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Ia menilai tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memastikan siswa menuntaskan materi.

Menurut Derby, tantangan yang lebih besar adalah membangun sistem pembelajaran yang konsisten menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Ia juga menyoroti adanya perbedaan ekspektasi antara guru, sekolah, orang tua, dan peserta didik terkait hasil belajar bahasa Inggris.

Derby menilai masih banyak sekolah yang mengukur keberhasilan hanya dari nilai ujian atau kemampuan mengerjakan soal. Padahal, kompetensi berbahasa yang sesungguhnya memerlukan proses yang lebih panjang dan terukur.

Kerangka yang lebih jelas untuk sekolah

Untuk itu, Derby menekankan perlunya kerangka acuan yang jelas agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang target pembelajaran dan indikator keberhasilan. Melalui pengenalan Common European Framework of Reference atau CEFR dan Global Scale of English atau GSE, peserta diajak memahami standar internasional yang bisa dipakai sekolah dalam merancang perjalanan belajar yang lebih terstruktur.

Pendekatan ini juga membantu sekolah menetapkan target yang realistis dan mengukur perkembangan peserta didik secara lebih objektif. Dengan cara itu, pembelajaran bahasa Inggris tidak berhenti pada hasil akhir, tetapi juga memberi perhatian pada proses pertumbuhan kemampuan yang lebih bermakna.

Di tengah upaya itu, workshop di Semarang memperlihatkan bahwa penguatan guru menjadi titik awal yang penting. Jika kompetensi pendidik naik dengan dukungan standar global, arah pembelajaran di sekolah dan madrasah NU Jawa Tengah bisa bergerak lebih dekat ke kelas internasional.

Source: suaranahdliyin.com
Berita Terbaru