Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang SD/MI sederajat hampir selesai dengan tingkat kehadiran yang sangat tinggi. Selama empat gelombang pada 20–30 April 2026, partisipasi peserta mencapai 98,51 persen.
Capaian itu menandakan penyelenggaraan TKA berjalan relatif mulus sejak awal. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menilai angka tersebut menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dan peserta didik yang baik.
Di balik tingginya partisipasi itu, sekolah disebut telah menyiapkan pelaksanaan dengan matang. Peserta didik juga dinilai hadir dengan kesiapan sejak hari pertama ujian, sehingga kehadiran tetap konsisten di berbagai gelombang pelaksanaan.
Hasil TKA disiapkan masuk ke satuan pendidikan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadwalkan pengumuman hasil TKA pada 26 Mei 2026. Pada hari yang sama, satuan pendidikan dapat mengakses hasil melalui Daftar Kolektif Hasil TKA atau DKHTKA.
DKHTKA menjadi tahap awal sebelum hasil disampaikan kepada peserta didik. Setelah itu, satuan pendidikan perlu melakukan verifikasi data peserta terlebih dahulu sebelum Sertifikat Hasil TKA atau SHTKA diterbitkan.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa alur penyampaian hasil memang dibuat melalui satuan pendidikan. Skema tersebut dipakai agar verifikasi data berjalan lebih rapi sebelum hasil diterima peserta didik.
Disiapkan agar selaras dengan SPMB daerah
Kemendikdasmen juga menyiapkan akses hasil TKA secara host to host bersama dinas pendidikan daerah. Penyesuaian ini dibuat mengikuti lini masa Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB di masing-masing daerah.
Dengan skema tersebut, hasil TKA diharapkan bisa dimanfaatkan lebih cepat dalam proses penerimaan murid baru. Sekolah dan dinas pun mendapat ruang untuk mengolah data secara lebih terkoordinasi.
Pelanggaran tetap dicatat dan langsung ditangani
Meski partisipasi peserta sangat tinggi, Kemendikdasmen tetap mencatat 69 pelanggaran dalam pelaksanaan TKA jenjang SD. Temuan itu menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
Toni mengatakan tindak lanjut dilakukan secara cepat dan berjenjang. Sejumlah dinas sudah memberi teguran tertulis, melakukan pembinaan, dan memperkuat pemahaman kepada pihak terkait.
Pihak yang terlibat juga diminta menghapus konten media sosial yang melanggar. Selain itu, Kemendikdasmen melakukan penandaan melalui sistem agar pengawas, penyelia, dan proktor yang terbukti melanggar tidak direkomendasikan lagi pada pelaksanaan TKA berikutnya.
Ada hambatan lapangan, namun ujian susulan membantu
Di beberapa wilayah, pelaksanaan TKA juga sempat menghadapi kendala lapangan. Pemadaman listrik dan bencana alam termasuk hambatan yang muncul selama proses ujian.
Meski begitu, ujian susulan dinilai membantu menjaga kelancaran pelaksanaan secara keseluruhan. Dengan demikian, proses TKA tetap dapat mendekati tahap akhir tanpa hambatan besar yang mengganggu capaian partisipasi.
Manfaat hasil TKA bagi orang tua dan guru
Toni menilai hasil TKA memiliki nilai penting bagi berbagai pihak di ekosistem pendidikan. Bagi orang tua, hasil itu dapat membantu memahami kemampuan anak agar pendampingan belajar dan arah pendidikan menjadi lebih tepat.
Untuk guru, hasil TKA bisa menjadi dasar mengidentifikasi kompetensi siswa dan menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif. Data tersebut juga dapat mendukung penerapan pembelajaran terdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik.
Dengan capaian partisipasi 98,51 persen dan alur hasil yang sudah disiapkan hingga tingkat satuan pendidikan, TKA SD/MI kini memasuki fase akhir penyelenggaraan. Perhatian berikutnya tertuju pada pengumuman hasil dan pemanfaatannya dalam layanan pendidikan serta proses SPMB di daerah.







