Kampus UMP Siapkan Jalur Baru Rugby Banyumas, Regenerasi Atlet Dibidik Sejak Mahasiswa

Banyumas mulai diposisikan sebagai salah satu wilayah penting untuk pembinaan rugby di Jawa Tengah. Langkah ini muncul lewat kolaborasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto atau UMP dengan Pengurus Provinsi Rugby Jawa Tengah yang ingin memperluas basis atlet sejak dari lingkungan kampus.

Kegiatan awalnya digelar di Lapangan Mas Mansyur, Kampus I UMP, Purwokerto, dalam bentuk sosialisasi dan coaching clinic. Sasaran utamanya adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan UMP, yang dinilai punya ruang besar untuk mengenal cabang olahraga baru yang sedang berkembang.

Kampus sebagai ruang pembinaan awal

Di lingkungan akademik, pengenalan rugby dipandang bukan sekadar menambah variasi olahraga yang dikenal mahasiswa. Ketua Program Studi Ilmu Keolahragaan UMP, Assoc. Prof. Dr. Yudha Febrianta, S.Pd.Jas., M.Or., menilai mahasiswa olahraga perlu lebih adaptif terhadap cabang-cabang yang berkembang.

Menurut Yudha, mahasiswa tidak cukup hanya memahami olahraga yang sudah populer. Mereka juga perlu menguasai cabang lain yang punya peluang prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Pengenalan rugby di kampus juga dinilai memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang ilmu keolahragaan. Bagi UMP, jalur ini membuka pembinaan yang lebih terstruktur karena prosesnya bisa dimulai dari ruang akademik.

Banyumas dinilai punya peluang besar

Dari sisi organisasi, Pengprov Rugby Jawa Tengah melihat Banyumas sebagai daerah yang strategis untuk mengembangkan rugby. Rahmat dari Pengprov Rugby Jateng menyebut kolaborasi dengan perguruan tinggi penting agar pembinaan tidak berhenti pada latihan fisik semata.

Ia menekankan bahwa atlet juga membutuhkan kecerdasan taktik dan pendekatan ilmiah dalam proses latihan. Karena itu, lingkungan kampus seperti UMP dianggap memiliki modal yang sesuai, mulai dari fasilitas, disiplin akademik, hingga dukungan sport science.

Kerja sama ini diarahkan untuk membangun regenerasi atlet sejak dini. Dengan pola seperti itu, pembinaan di Banyumas diharapkan bisa menghasilkan atlet yang lebih siap bersaing.

Peluang prestasi dari daerah sampai nasional

Rahmat juga melihat jalur prestasi mahasiswa terbuka lebar jika pembinaan dilakukan sejak bangku kuliah. Ia menyebut mahasiswa berpeluang berkembang dari tingkat daerah hingga mewakili Jawa Tengah pada ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional atau PON.

Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi dianggap penting dalam memperkuat ekosistem rugby. Regenerasi atlet diyakini akan lebih kuat jika kampus ikut masuk sejak tahap awal pembinaan.

Di sisi teknis, pelatih rugby putri Banyumas, Wanda, menjelaskan bahwa rugby bukan hanya soal kekuatan fisik. Menurut dia, cabang ini juga menuntut kerja sama tim, strategi, dan kedisiplinan.

Praktik langsung untuk mahasiswa

Dalam sesi di lapangan, atlet rugby putra Banyumas memperagakan teknik dasar permainan. Materi yang ditampilkan meliputi passing bola oval, agility, dan line-out.

Mahasiswa yang hadir tidak hanya menonton, tetapi juga ikut praktik singkat agar bisa merasakan dinamika permainan. Rugby membutuhkan kecepatan dan koordinasi, sehingga latihan dasar menjadi bagian penting dalam pengenalan cabang ini.

Wanda menilai rugby bisa dikembangkan dengan aman selama teknik dasar dilakukan dengan benar. Ia juga menilai daya tarik rugby terletak pada nilai kerja sama, keberanian, dan kedisiplinan yang melekat di dalam permainan.

Arah kerja sama di lingkungan UMP

Kolaborasi UMP dan Pengprov Rugby Jawa Tengah juga diarahkan untuk membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM rugby di kampus. Selain itu, cabang ini berpeluang masuk ke pembelajaran berbasis praktik dalam kurikulum IKOR.

Sinergi antara perguruan tinggi, praktisi, dan organisasi olahraga itu diharapkan melahirkan talenta baru dari Banyumas. Targetnya tidak hanya atlet, tetapi juga pelatih dan wasit profesional.

Rugby sendiri terus berkembang di Indonesia dan mulai mendapat perhatian dalam pembinaan atlet daerah. Dengan basis kampus, Banyumas dipandang punya peluang memperluas lahirnya atlet muda berprestasi di Jawa Tengah.

Source: tvmu.tv

Berita Terkait