Penjualan Gran Max Menguat di Maret 2026, Inden Muncul Di Sejumlah Dealer

Author: Redaksi Android62

Permintaan terhadap Daihatsu Gran Max masih bergerak kuat di tengah pasar kendaraan yang cenderung melambat. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan model ini justru memimpin penjualan wholesales berkat kebutuhan pelaku usaha yang tetap tinggi terhadap kendaraan niaga yang efisien dan mudah dioperasikan.

Kondisi itu terlihat merata di beberapa varian. Gran Max minibus dan blind van membukukan 4.128 unit, sedangkan Gran Max pick up mencatat 2.919 unit dan ikut bertahan di jajaran mobil terlaris nasional.

Kuat di beberapa lini sekaligus

Daya tarik Gran Max tidak hanya bertumpu pada satu tipe. Varian minibus dan blind van menjadi penyumbang terbesar, sementara pick up tetap berperan penting sebagai kendaraan angkut barang yang dibutuhkan banyak pelaku usaha.

Struktur penjualan ini memperlihatkan bahwa Gran Max punya posisi kuat di lebih dari satu segmen niaga. Kombinasi itu membuat model ini tetap relevan di tengah pasar yang sangat sensitif terhadap fungsi, biaya operasional, dan kepraktisan penggunaan harian.

Data penjualan yang menunjukkan dominasi

Sejumlah catatan penjualan menguatkan posisi Gran Max di pasar kendaraan komersial. Berikut ringkasan data penting yang tercantum dalam sumber referensi:

  1. Gran Max minibus dan blind van: 4.128 unit
  2. Gran Max pick up: 2.919 unit
  3. Akumulasi penjualan seri Gran Max sejak 2007 hingga Februari: lebih dari 900 ribu unit
  4. Pangsa pasar low pick up pada tahun lalu: 58 persen
  5. Pangsa pasar blind van dan minibus: 92 persen

Angka-angka tersebut menunjukkan Gran Max tidak sekadar laku, tetapi juga memegang posisi dominan di beberapa subsegmen kendaraan niaga. Kepercayaan konsumen tampak terjaga karena kendaraan ini dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis yang menuntut ketahanan dan efisiensi.

Inden mulai terasa di sejumlah varian

Tingginya permintaan membuat ketersediaan unit belum seragam di seluruh dealer. Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, menjelaskan bahwa kondisi stok di tiap outlet berbeda-beda.

“Kalau secara umum, saat ini kalau di Gran Max pick up, indennya 1 bulan. Tapi kalau yang blind van, indennya memang 1,5 sampai 2 bulan,” ujar Tri di ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Keterangan itu memberi gambaran bahwa pasar masih menyerap Gran Max dengan kuat. Di saat sebagian pasar otomotif bergerak lebih pelan, model ini justru menghadapi tekanan dari sisi distribusi karena permintaan tetap terjaga.

Masih dipilih karena praktis untuk usaha

Gran Max terus dicari karena dianggap cocok untuk kebutuhan bisnis harian. Bentuk bodinya praktis, kapasitas angkutnya sesuai, dan dukungan layanan purnajualnya luas sehingga memudahkan pengguna yang membutuhkan kendaraan kerja setiap hari.

Selain itu, model ini tersedia dengan mesin 1.3L dan 1.5L, serta pilihan transmisi manual maupun otomatis. Dari sisi harga, Gran Max pick up dipasarkan di kisaran Rp 167 juta hingga Rp 180 juta, blind van Rp 180 juta hingga Rp 228 juta, sedangkan minibus Rp 212 juta hingga Rp 233 juta.

Pada tahun lalu, varian pick up juga disalurkan lebih dari 43 ribu unit ke konsumen di seluruh Indonesia. Data itu menegaskan bahwa Gran Max tetap menjadi salah satu pilihan utama pelaku usaha yang mencari kendaraan niaga dengan reputasi kuat dan permintaan yang belum menunjukkan tanda mereda.

Berita Terbaru