Penjualan retail JAECOO J5 EV mencatat lonjakan yang langsung menarik perhatian pasar otomotif Indonesia. Berdasarkan data GAIKINDO, model ini sempat menjadi mobil listrik terlaris di Tanah Air, dengan performa yang terus terjaga dari bulan ke bulan.
Penguatan momentum itu juga terlihat saat JAECOO Sales Indonesia membawa J5 EV ke OTO Mall Exhibition di Central Park Mall, LG Atrium Solaria. Kehadiran mobil listrik ini di ruang publik memperlihatkan bahwa minat konsumen tidak hanya terbentuk dari data penjualan, tetapi juga dari kesempatan melihat langsung desain, kabin, dan fitur yang ditawarkan.
Angka penjualan yang terus bergerak naik
Data distribusi retail menunjukkan JAECOO J5 EV mencatat 1.942 unit pada Januari. Angka itu kemudian meningkat tajam menjadi 2.926 unit pada Februari, sebelum berada di level 2.775 unit pada Maret.
Pola tersebut menunjukkan permintaan yang tidak datang sesaat. Di tengah pasar SUV yang semakin ramai, J5 EV mampu menjaga daya tariknya dan membuat namanya terus berada dalam sorotan konsumen.
Target pengiriman unit juga ikut didorong oleh tren itu. JAECOO menargetkan 13.000 unit telah diterima konsumen hingga akhir April 2026, seiring penguatan distribusi di pasar domestik.
Efisiensi menjadi alasan utama perhatian pasar
Salah satu nilai jual terbesar J5 EV ada pada baterai 60,9 kWh yang diklaim mampu membawa mobil ini melaju hingga sekitar 534 kilometer dalam sekali isi daya. Jarak tersebut berasal dari pengujian internal di Indonesia dan disebut lebih tinggi dibanding estimasi jarak tempuh standar NEDC yang berada di kisaran 461 kilometer.
Bagi pengguna yang menempuh sekitar 50 kilometer per hari, kemampuan itu membuat frekuensi pengisian daya menjadi lebih jarang. Kondisi ini dinilai cocok untuk kebutuhan mobilitas perkotaan yang menuntut kendaraan praktis dan hemat energi.
Dari sisi biaya operasional, J5 EV juga disebut punya beban penggunaan yang relatif rendah. Dengan asumsi tarif listrik sekitar Rp1.700 per kWh, biaya energinya diperkirakan sekitar Rp290.760 per bulan atau sekitar Rp9.600 per hari.
Jika dihitung lebih panjang, biayanya berada di kisaran Rp872.000 untuk tiga bulan, atau sekitar Rp3.490.000 per tahun. Efisiensi seperti ini menjadi salah satu faktor yang membuat model tersebut relevan bagi konsumen urban.
Fitur V2L menambah fungsi kendaraan listrik
Selain efisiensi, J5 EV dibekali fitur Vehicle to Load atau V2L. Fitur ini memungkinkan mobil menyuplai listrik portabel dengan daya hingga 3,3 kW.
Kemampuan tersebut membuat mobil ini tidak berhenti sebagai alat transportasi saja. Dalam kondisi tertentu, J5 EV dapat dipakai untuk kebutuhan luar ruang atau membantu mengisi daya perangkat elektronik.
Bagi pengguna perkotaan, nilai tambah seperti ini penting karena kendaraan kini dinilai tidak hanya dari jarak tempuh. Fleksibilitas fungsi juga ikut dipertimbangkan dalam memilih mobil listrik untuk aktivitas harian.
Pameran di Central Park jadi sarana mendekatkan produk ke konsumen
Kehadiran J5 EV di Central Park Mall juga berfungsi sebagai cara memperluas kedekatan dengan calon pembeli. Di lokasi seperti ini, pengunjung bisa melihat langsung mobil yang sebelumnya hanya dikenal lewat angka penjualan dan spesifikasi.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa JAECOO tidak hanya mengejar distribusi, tetapi juga membangun pemahaman pasar terhadap karakter produknya. Dalam konteks SUV listrik yang makin kompetitif, pengalaman melihat langsung sering menjadi bagian penting sebelum konsumen mengambil keputusan.
J7 SHS-P ikut memperkuat jajaran produk
Di ajang yang sama, JAECOO juga menampilkan J7 SHS-P sebagai model pendamping J5 EV. Mobil plug-in hybrid ini memakai mesin 1.5 liter turbocharged yang dipadukan dengan motor listrik.
Tenaganya disebut mencapai 301 hp dengan torsi puncak 525 Nm. Saat baterai penuh, J7 SHS-P dapat melaju sampai 106 kilometer dalam mode listrik murni, sementara daya jelajah totalnya diklaim mencapai 1.377 kilometer.
Model ini mengandalkan teknologi Super Hybrid System atau SHS. Dengan konsumsi bensin sekitar 35 kilometer per liter, biaya energi untuk pemakaian 1.500 kilometer per bulan diperkirakan sekitar Rp486.814 per bulan atau sekitar Rp5.840.000 per tahun.
Kombinasi J5 EV dan J7 SHS-P memperlihatkan arah strategi JAECOO di Indonesia. Satu model menonjol lewat efisiensi mobil listrik murni, sementara model lainnya memberi opsi elektrifikasi yang lebih fleksibel bagi konsumen SUV modern.
