PKK Jateng dan PWNA Satukan Langkah, 4 Program Ini Disorot untuk Perempuan dan Anak

Author: Redaksi Android62

Langkah kolaborasi antara PWNA Jawa Tengah dan TP PKK Jawa Tengah membuka ruang baru bagi penguatan layanan perempuan dan anak di daerah itu. Dalam audiensi di Semarang, kedua pihak membahas titik temu program yang dinilai bisa saling menopang di lapangan.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyambut baik sejumlah inisiatif PWNA yang dinilai sejalan dengan agenda strategis PKK. Bidang yang disebut berpotensi diperkuat bersama mencakup ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, gerakan penanaman pohon, pencegahan perkawinan anak, dan pemberdayaan kelompok usaha masyarakat.

Empat program PWNA yang dibawa ke forum

Dalam pertemuan itu, PWNA Jawa Tengah memperkenalkan empat program unggulan yang selama ini menjadi poros kerja organisasi. Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyebut forum tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengenalan program yang sudah dan sedang dijalankan.

Program pertama adalah EMINA atau Educare Milik NA, yakni layanan daycare dan pojok baca ramah anak. Program ini dirancang untuk memberi dukungan pengasuhan sekaligus ruang belajar yang aman bagi anak.

Program kedua adalah PASHMINA atau Pelayanan Remaja Sehat Milik NA. Layanan ini menyediakan kesehatan, konsultasi kesehatan, dan konsultasi psikososial bagi remaja.

Program ketiga adalah Ibu Jaga Bumi, yang menekankan pelestarian lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan eco enzyme, pengembangan kebun gizi keluarga, serta produksi pupuk kompos berbasis masyarakat.

Program keempat adalah GENCANA atau Gerakan Cegah Perkawinan Anak. Inisiatif ini mulai diterapkan melalui proyek percontohan di Kota Tegal sebagai upaya menekan angka perkawinan usia anak di Jawa Tengah.

Masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan dan anak

Dialog PWNA dan TP PKK Jawa Tengah juga menyinggung persoalan yang masih membayangi perempuan dan anak. Isunya mencakup tingginya angka kekerasan seksual, meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah, kebutuhan transformasi layanan posyandu yang lebih inklusif, serta penguatan literasi masyarakat.

Monica menegaskan bahwa layanan dan advokasi tidak boleh berhenti pada penanganan aduan. Menurutnya, respons yang berkelanjutan harus mencakup penguatan akses pendidikan, kesehatan, dan pendampingan sosial.

TP PKK Jawa Tengah juga menilai dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan melalui layanan kesehatan, pendampingan hukum, dan penguatan ekonomi keluarga. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi masyarakat dipandang penting agar layanan yang ada bisa menjangkau lebih banyak keluarga.

Agenda lanjutan menuju Muktamar

Dalam audiensi itu, PWNA Jawa Tengah turut menyampaikan rencana Aksi Ekologis pada 14 Juni 2026 di Umbul Senjoyo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian semarak menuju Muktamar ke-15 di Solo.

PWNA Jateng juga mengundang Ketua TP PKK Jawa Tengah untuk hadir pada pembukaan Muktamar yang akan digelar di Solo pada Agustus mendatang. Langkah itu menunjukkan bahwa kerja sama kedua pihak tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi diarahkan ke agenda yang lebih luas dan berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.

Monica menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menjawab persoalan yang semakin kompleks. Ia berharap sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dapat melahirkan inovasi yang memperkuat ketahanan keluarga serta kualitas hidup perempuan dan anak.

Source: suaraaisyiyah.id
Berita Terbaru