Penumpang Sempat Terhisap dari Jendela Pesawat yang Lepas, Ini Kronologinya

Author: Redaksi Android62

Seorang penumpang pria berusia 61 tahun sempat terhisap ke arah luar kabin ketika salah satu jendela pesawat lepas beberapa menit setelah lepas landas. Kepala, leher, dan bahunya dilaporkan keluar melalui bukaan sebelum penumpang lain menariknya kembali ke dalam.

Insiden itu terjadi dalam penerbangan Malta Air dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, pada Jumat pagi. Pesawat Boeing 737-800 tersebut kemudian membatalkan perjalanan dan mendarat darurat dengan selamat di Bandara Thessaloniki.

Penumpang di Dekatnya Bertindak Cepat

Penumpang yang duduk dekat pria tersebut segera memberi pertolongan ketika tekanan kabin hilang. Tindakan cepat itu membuat tubuh pria tersebut berhasil ditarik kembali ke dalam kabin sebelum pesawat melanjutkan prosedur darurat.

Seorang penumpang bernama Christina mengatakan kepada Radio Thessaloniki bahwa keadaan di kabin berubah sangat cepat. “Kepala, leher, dan bahu [pria itu] sempat terhisap keluar dari jendela. Penumpang yang duduk di dekatnya langsung bertindak cepat dan menariknya kembali ke dalam,” ujarnya.

Pria berusia 61 tahun itu dilaporkan mengalami luka pada leher dan bahu serta luka bakar akibat gesekan. Pejabat rumah sakit Yunani mengonfirmasi kondisi tersebut tanpa mempublikasikan identitas korban.

Ledakan Keras dan Masker Oksigen

Sejumlah penumpang mendengar suara keras sebelum masker oksigen otomatis turun di kabin. Mereka juga merasakan pesawat melakukan penurunan ketinggian cepat setelah tekanan udara kabin hilang.

Christina menggambarkan suara tersebut seperti ban meletus, tetapi dengan intensitas jauh lebih keras. Menurutnya, penumpang langsung menyadari tekanan udara hilang saat pesawat mendadak turun drastis.

Dekompresi kabin dapat menimbulkan daya hisap kuat di sekitar titik kebocoran sebelum tekanan kembali stabil. Mantan pilot komersial dan pengajar Universitas Georgetown, Shye Gilad, menekankan pentingnya sabuk pengaman dalam situasi seperti itu.

“Sabuk pengaman sangat krusial di detik-detik awal tersebut. Ini yang membedakan antara keselamatan dan bahaya, sehingga orang-orang harus selalu mengencangkan sabuk pengaman sepanjang waktu,” kata Gilad.

Pesawat Bertahan di Ketinggian Lebih Rendah

Data Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat mencapai sekitar 15.000 kaki atau 4.570 meter, sekitar enam menit setelah lepas landas. Setelah gangguan pada kabin, pesawat turun darurat hingga ketinggian 6.000 kaki.

Tahap Penerbangan Ketinggian Keterangan
Sekitar enam menit setelah lepas landas 15.000 kaki Pesawat mencapai sekitar 4.570 meter.
Setelah gangguan kabin 6.000 kaki Pesawat melakukan penurunan darurat.

Pesawat dilaporkan berada di ketinggian 6.000 kaki selama sekitar 30 menit untuk menghabiskan bahan bakar sebelum mendarat. Langkah tersebut dilakukan setelah penerbangan berputar balik menuju bandara asal.

Laporan Masalah Mesin dan Investigasi

Ryanair menyatakan penerbangan itu kembali ke Thessaloniki tidak lama setelah lepas landas karena salah satu jendela penumpang terlepas di udara. Malta Air merupakan anak perusahaan maskapai berbiaya rendah Ryanair.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau NTSB telah menerima laporan mengenai pesawat yang berbalik arah tersebut. Laporan itu menyebut adanya masalah pada mesin kanan serta dekompresi kabin.

Investigasi resmi akan dipimpin Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Republik Makedonia Utara. Penanganan dilakukan berdasarkan aturan penerbangan internasional karena hilangnya tekanan udara terjadi di wilayah udara negara tersebut.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru