Penyakit Gusi Parah Ternyata Bisa Jadi Petunjuk Awal Kerusakan Ginjal

Penyakit gusi parah tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah yang hanya terbatas di mulut. Penelitian terbaru menunjukkan kondisi ini berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal, bahkan pada tahap awal penyakit ginjal kronis.

Temuan itu muncul dari studi yang dipublikasikan di International Journal of Oral Science pada 6 April 2026. Penelitian tersebut menilai hubungan periodontitis dengan tanda disfungsi ginjal awal, termasuk penurunan laju filtrasi ginjal dan albuminuria.

Risiko yang terlihat sejak fase awal

Studi berjudul Association of periodontitis with reduced kidney function and albuminuria in early chronic kidney disease: a population-based study ini dirancang untuk menjawab satu pertanyaan penting, yakni apakah hubungan penyakit gusi dan gangguan ginjal sudah tampak sejak fase awal. Sebelumnya, kaitan keduanya lebih sering dibahas pada penyakit ginjal tahap lanjut.

Dr. Christian Schmidt-Lauber dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf menyebut penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan periodontitis dengan penanda disfungsi ginjal awal. Peneliti juga menelusuri kemungkinan peran peradangan sistemik dalam hubungan tersebut.

Studi ini melibatkan 6.179 peserta dari Hamburg City Health Study di Jerman. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan periodontal yang terperinci, lalu fungsi ginjal dinilai melalui estimasi laju filtrasi glomerulus dan rasio albumin terhadap kreatinin dalam urine.

Temuan utama dari 6.179 peserta

Hasil analisis menunjukkan hubungan yang konsisten antara kesehatan gusi yang buruk dan penurunan fungsi ginjal. Periodontitis parah juga semakin sering ditemukan pada peserta dengan fungsi ginjal yang menurun.

Prevalensi periodontitis parah naik dari 14 persen pada individu dengan fungsi ginjal normal menjadi 36 persen pada individu dengan penurunan fungsi ginjal tingkat sedang. Pola serupa juga terlihat pada albuminuria, ketika penyakit gusi tingkat lanjut makin umum seiring meningkatnya kadar albumin dalam urine.

Kerusakan gusi yang diukur melalui kehilangan perlekatan klinis dan jumlah gigi tanggal ikut memburuk seiring turunnya fungsi ginjal. Hubungan itu tetap terlihat setelah peneliti menyesuaikan faktor usia, jenis kelamin, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Aspek yang DinilaiPengukuranTujuan
Kesehatan gusiPemeriksaan periodontal terperinci, klasifikasi AAP/EFP 2017Menilai tingkat keparahan periodontitis
Fungsi ginjalEstimasi laju filtrasi glomerulus dan rasio albumin terhadap kreatininMenilai penurunan fungsi ginjal dan albuminuria
Peradangan sistemikProtein C-reaktif sensitivitas tinggi dan interleukin-6Menguji peran peradangan dalam hubungan kedua kondisi

Peradangan hanya menjelaskan sebagian kecil hubungan

Peneliti juga mengukur protein C-reaktif sensitivitas tinggi dan interleukin-6 dalam darah untuk menilai peran peradangan sistemik. Hasilnya menunjukkan bahwa penanda peradangan meningkat seiring memburuknya penyakit periodontal dan kesehatan ginjal.

Namun, analisis mediasi memperlihatkan bahwa peradangan sistemik hanya menjelaskan sekitar 35 persen dari hubungan antara periodontitis parah dan penurunan fungsi penyaringan ginjal. Untuk kaitan antara periodontitis dan albuminuria, porsinya bahkan hanya sekitar 10 persen.

Temuan itu mengarah pada dugaan adanya mekanisme lain, seperti penyebaran mikroba dari jaringan gusi, disfungsi endotel, stres oksidatif, dan perubahan fungsi metabolisme. Dengan kata lain, gangguan di rongga mulut dapat berkaitan dengan proses biologis yang jauh lebih luas.

Implikasi untuk deteksi dini

Penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa gejala sampai kerusakannya cukup berat. Karena itu, penanda risiko pada tahap awal menjadi penting untuk deteksi dini dan pemantauan lebih cepat.

Prof. Dr. Ghazal Aarabi dari University Medical Center Hamburg-Eppendorf mengatakan hubungan antara periodontitis dan penanda disfungsi ginjal awal menyoroti kesehatan mulut sebagai gambaran potensial bagi kesehatan ginjal. Temuan ini juga dapat menjadi dasar bagi pendekatan skrining medis di masa depan.

Studi tersebut masih membuka ruang untuk riset lanjutan, terutama untuk melihat apakah perawatan gusi secara medis dapat membantu mempertahankan fungsi ginjal. Dengan sampel besar dan penilaian yang terstandardisasi, penelitian ini memperkuat pandangan bahwa kesehatan gusi tidak dapat dipisahkan dari kesehatan organ lain.

Berita Terkait