Peluang Timnas Italia merekrut Pep Guardiola tampaknya belum terbuka dalam waktu dekat. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan belum merasakan kerinduan untuk kembali bekerja di dunia sepak bola.
Guardiola memilih menjalani masa jeda setelah mengakhiri periode panjangnya bersama Manchester City. Fokus utamanya saat ini adalah kehidupan pribadi, termasuk waktu bersama anak-anak serta ayahnya yang berusia 95 tahun.
Posisi pelatih Italia sempat menjadi pembicaraan setelah Gennaro Gattuso mundur. Namun, Guardiola tidak sedang mencari proyek kepelatihan baru karena merasa perlu mengambil jarak dari rutinitas yang telah dijalaninya hampir sepanjang hidup dewasa.
Menurut Guardiola, keputusan berhenti melatih tidak muncul karena rasa kehilangan terhadap pekerjaannya. Ia justru ingin mengenali bentuk kehidupan lain yang tidak selalu terkait dengan pertandingan, latihan, dan tuntutan sepak bola.
“Secara mental saya tak merasa melewatkan apapun. Saya mulai melatih saat berusia 37 tahun dan segala hal dalam hidup saya terhubung dengan sepak bola,” ujar Guardiola, seperti dikutip Football Italia.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa masa istirahat tersebut dipandang sebagai kebutuhan pribadi, bukan sekadar jeda singkat sebelum menerima tawaran baru. Ia mengakui menikmati pekerjaannya sebagai pelatih, tetapi tidak ingin kembali sebelum benar-benar siap.
Menunggu Rasa Rindu Kembali Muncul
Guardiola tidak menutup pintu untuk melatih lagi pada masa depan. Namun, ia menyatakan keputusan itu baru akan diambil ketika dorongan untuk kembali ke sepak bola datang secara alami.
“Mungkin suatu hari saya akan bangun dan berkata, ‘Oke, saya ingin melatih lagi.’ Saya perlu merasa rindu, dan sekarang saya tidak merasa demikian,” kata Guardiola.
Di usia 56 tahun, Guardiola menganggap fase baru ini sebagai kesempatan untuk merawat diri dengan lebih baik. Ia masih menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar ritme kepelatihan, tetapi menilai proses tersebut berjalan baik.
“Saya mencoba memahami akan seperti apa hidup saya. Saya memutuskan berhenti karena saya ingin merawat diri saya lebih baik,” ujarnya.
Karier Panjang di Kursi Pelatih
Keputusan Guardiola mengambil jeda menjadi lebih mudah dipahami bila melihat panjangnya karier manajerialnya. Dalam 19 tahun terakhir, ia menghabiskan total 18 tahun sebagai pelatih klub dengan hanya satu periode istirahat setelah meninggalkan Barcelona.
| Klub | Mulai Melatih | Masa Kerja |
|---|---|---|
| Barcelona B | 2007 | Awal karier manajerial |
| Barcelona | 2008 | Hingga 2012 |
| Bayern Munich | 2013 | 3 tahun |
| Manchester City | 2016 | 10 tahun |
Guardiola memulai karier manajerial bersama Barcelona B pada 2007 sebelum menangani tim utama Barcelona setahun kemudian. Setelah berpisah dengan Barcelona pada 2012, ia menepi selama setahun sebelum menerima tawaran Bayern Munich pada 2013.
Tiga tahun di Bayern Munich kemudian diikuti perjalanan selama satu dekade di Manchester City. Rentang kerja yang panjang itu membuat Guardiola kini ingin memprioritaskan keluarga dan keseimbangan hidup.
Bagi Italia, situasi tersebut berarti nama Guardiola belum mengarah ke kursi pelatih tim nasional. Masa depannya di sepak bola tetap terbuka, tetapi belum menjadi perhatian utama dalam fase istirahatnya saat ini.
Source: sport.detik.com






