Trump T1 akhirnya masuk tahap pengiriman setelah sempat melewati penundaan, perubahan desain, dan rumor pembatalan. Trump Mobile memastikan unit untuk pelanggan yang sudah melakukan pra-pemesanan akan mulai dikirim akhir pekan ini, lalu berlanjut selama beberapa minggu sampai seluruh pesanan awal terpenuhi.
Meski kabar pengiriman sudah jelas, penerimaan pasar terhadap ponsel ini masih belum mulus. Di kelas harga promosi 499 dolar AS atau sekitar Rp8,8 juta, Trump T1 dinilai harus menghadapi persaingan yang jauh lebih matang, sementara spesifikasinya belum dianggap cukup kuat untuk langsung menonjol.
Spesifikasi yang jadi sorotan
Trump T1 dipasarkan dengan Snapdragon seri 7 sebagai dapur pacunya. Ponsel ini juga membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan baterai 5.000 mAh.
Di sisi lain, absennya pengisian daya nirkabel menjadi catatan penting untuk perangkat di kelas harga tersebut. Karena berada di rentang harga yang sama, ponsel ini langsung dibandingkan dengan model yang lebih mapan seperti Samsung Galaxy A57 dan Motorola Edge 2025.
Basis dari HTC U24 Pro, tetapi banyak penyesuaian
Secara teknis, Trump T1 disebut berbasis HTC U24 Pro keluaran 2024. Namun, perangkat ini hadir dengan sejumlah penyesuaian dan pemangkasan fitur, sehingga tidak sepenuhnya sama dengan model asalnya.
Bagian kamera juga ikut masuk penilaian. Di belakang, perangkat ini membawa kamera utama 50MP dan lensa telefoto dengan kemampuan zoom 2x, konfigurasi yang dinilai sederhana untuk segmen harganya.
Pertanyaan soal perangkat lunak dan dukungan jangka panjang
Kritik lain muncul dari sisi perangkat lunak. CNet menyoroti penggunaan Android 15 ketika Android 16 sudah mulai banyak dibicarakan.
Trump Mobile juga belum memberi jaminan soal pembaruan sistem operasi maupun patch keamanan di masa depan. Kondisi itu membuat dukungan jangka panjang menjadi salah satu titik lemah yang paling disorot.
Klaim Made in America berubah arah
Trump T1 sempat dipromosikan sebagai perangkat “Made in America”, tetapi klaim itu memicu perdebatan. Penjelasan terbaru menyebut proses perakitan akhir dilakukan di Miami, sementara komponen utamanya masih bergantung pada rantai pasok global.
CEO Trump Mobile, Pat O’Brien, mengatakan perangkat ini dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai Amerika. Ia juga menyebut antusiasme terhadap ponsel tersebut tinggi, meski perusahaan tidak membuka angka pemesanan secara transparan ke publik.
Kepercayaan konsumen masih diuji
Sebelum pengiriman dimulai, Trump Mobile juga sudah lebih dulu mendapat perhatian karena skema deposit 100 dolar AS yang dipersoalkan setelah perubahan syarat dan ketentuan. Situasi itu ikut membuat kepercayaan konsumen menjadi faktor penting bagi perjalanan Trump T1 di pasar.
O’Brien tetap menegaskan bahwa penantian pelanggan akan terbayar karena perusahaan menghadirkan produk yang disebutnya luar biasa. Namun, dengan spesifikasi yang terbatas, minim kepastian pembaruan perangkat lunak, dan status perakitan akhir di Miami, Trump T1 masih harus membuktikan posisinya saat benar-benar sampai ke tangan pembeli.
Source: www.suara.com






