Pengguna jalan yang melintas di Tol Jakarta–Cikampek arah Cikampek perlu lebih siap menghadapi perubahan arus di sekitar Km 28. Di titik itu sedang ada perbaikan jalan, sementara contraflow juga diberlakukan pada ruas Km 23 sampai Km 28 untuk membantu menjaga kelancaran perjalanan.
PT Jasamarga Transjawa Tol menyebut pengaturan lalu lintas tersebut diterapkan demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan. Karena pekerjaan berlangsung di salah satu ruas yang padat, pemantauan lapangan dilakukan bersamaan dengan rekayasa arus agar dampaknya tetap terkendali.
Contraflow diberlakukan situasional
Rekayasa contraflow diterapkan secara situasional atas diskresi kepolisian mulai pukul 11.25 WIB. Skema ini membentang dari Km 23 hingga Km 28 arah Cikampek dan diarahkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.
Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo menjelaskan bahwa penerapan contraflow dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Selama skema itu berjalan, petugas terkait terus mengatur arus dan memantau situasi agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Perbaikan bermula dari laporan petugas lapangan
Penanganan di Km 28 dimulai setelah petugas lapangan melaporkan kondisi permukaan jalan yang memerlukan tindakan segera. Senior Manager Representative Office 1 PT JTT Amri Sanusi menyampaikan laporan itu diterima pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 21.13 WIB.
Setelah laporan masuk, tim JTT langsung menuju lokasi dan melakukan penanganan awal. Pada pukul 21.45 WIB, lajur 3 dan 4 di titik pekerjaan ditutup untuk mendukung proses perbaikan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Evaluasi struktur jalan juga dilakukan
Selain fokus pada permukaan jalan, JTT juga meninjau kondisi di bawahnya. Perusahaan menyatakan evaluasi terhadap tanah dasar sedang dilakukan sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya di lokasi.
Pemeriksaan itu menjadi penting karena keputusan teknis selanjutnya akan bergantung pada hasil evaluasi. Artinya, perhatian tidak hanya diarahkan pada gejala di permukaan, tetapi juga pada kondisi penopang jalan yang berada di bawahnya.
Ria Marlinda Paallo mengatakan JTT bersama pihak terkait terus melakukan evaluasi dan mempercepat penanganan. Upaya tersebut ditujukan agar perbaikan bisa segera selesai tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas lebih jauh.
Pengguna jalan diminta lebih cermat mengatur perjalanan
Di tengah pekerjaan yang masih berlangsung, pengguna jalan diminta mengantisipasi waktu tempuh saat melewati ruas tersebut. Penutupan lajur dan contraflow dapat mengubah pola arus kendaraan, terutama di sekitar titik perbaikan.
JTT juga mengingatkan pengendara untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum masuk tol. Selain itu, jarak aman perlu dijaga, terutama ketika melintas di area yang sedang ditangani dan diawasi petugas.
Kepatuhan terhadap rambu serta arahan petugas menjadi hal yang ditekankan selama proses perbaikan. Dengan adanya rekayasa lalu lintas dari Km 23 hingga Km 28, perjalanan arah Cikampek di Tol Jakarta–Cikampek perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan yang dapat berubah sesuai kebutuhan penanganan.
Source: otomotif.kompas.com