Institut Perbanas memastikan tiket ke Asia University Basketball League (AUBL) 2027 setelah menang dramatis 47-45 atas Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) lewat overtime di final putra Campus League Basketball Season 1 2026. Kemenangan tipis itu menegaskan status Perbanas sebagai juara nasional sekaligus membuka jalan bagi mereka untuk mewakili Indonesia di level Asia.
Di sektor putri, Universitas Surabaya atau UBAYA mencatat sejarah baru dengan merebut gelar perdana Campus League untuk kategori perempuan. UBAYA menundukkan Soegijapranata Catholic University (SCU) 59-51 dalam final yang berlangsung ketat di UPH Basketball Court, Tangerang, Banten, Sabtu (13/6).
Final putra ditentukan di waktu tambahan
Laga Perbanas dan UKSW berjalan seimbang sejak awal. Perbanas sempat memimpin 12-10 pada kuarter pertama, tetapi UKSW bangkit pada kuarter kedua dan menutup babak pertama dengan momentum yang lebih baik.
Selepas jeda, Perbanas memperbaiki pertahanan dan membuat pertandingan tetap rapat hingga kuarter terakhir. Saat waktu normal hampir habis, kedua tim masih saling mengejar angka sebelum akhirnya Perbanas memastikan kemenangan lewat tembakan dua poin Muhammad Haikal Malik di overtime.
Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, menilai kemenangan itu lahir dari mentalitas tim yang terbentuk sepanjang kompetisi. Ia menyebut pencapaian tersebut terasa istimewa karena timnya sebelumnya hanya finis di peringkat ketiga regional, tetapi mampu melaju hingga menjadi juara nasional.
Muhammad Haikal Malik juga menjadi sorotan setelah terpilih sebagai MVP Campus League Basketball Season 1 2026. Ia menegaskan keberhasilan Perbanas tidak bertumpu pada pemain bintang semata, melainkan pada kerja keras kolektif dan kekompakan tim.
UBAYA mengatasi tekanan SCU
Di final putri, UBAYA dan SCU sama-sama tampil agresif sejak awal pertandingan. UBAYA sempat unggul tipis pada kuarter pertama dengan 19 poin, namun SCU membalikkan keadaan pada kuarter kedua dan menutup babak pertama dalam posisi memimpin.
UBAYA merespons pada kuarter ketiga dengan ledakan 23 poin yang mengubah arah pertandingan. Dari momen itu, tim asal Surabaya tersebut berhasil menjaga keunggulan hingga memastikan kemenangan 59-51 atas SCU.
Pelatih UBAYA, Wellyanto Pribadi, menekankan pentingnya kebersamaan selama perjalanan tim menuju gelar juara. Ia mengatakan timnya memiliki larangan keras untuk saling menyalahkan ketika terjadi kesalahan di lapangan.
“Tidak ada rahasia khusus untuk bisa meraih kemenangan demi kemenangan dan akhirnya keluar sebagai juara,” kata Wellyanto. Power forward UBAYA, Selly Margaretha, menambahkan bahwa salah satu kekuatan tim terletak pada kemampuan shooting yang merata di seluruh pemain.
Musim perdana yang membangun ekosistem baru
Campus League Basketball Season 1 2026 berlangsung hampir tiga bulan sejak April dan melewati rangkaian regional di Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, serta Jakarta-Tangerang. Dari seluruh tahapan itu, The Nationals menjadi panggung penentu bagi tim-tim terbaik dari berbagai daerah.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut musim pertama ini menunjukkan besarnya potensi olahraga kampus untuk tumbuh menjadi ekosistem yang lebih kuat. Ia menilai antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan pihak lain yang terlibat menjadi dasar yang menjanjikan bagi keberlanjutan kompetisi.
Ryan juga menegaskan bahwa Campus League tidak hanya mengejar gelar juara. Menurut dia, ajang ini dirancang untuk membentuk student-athlete yang disiplin, punya kepemimpinan, mampu bekerja sama, dan berkembang di luar lapangan.
Kerangka itu berdiri di atas tiga pilar utama, yakni Athleticism, Academics, dan Affinity. Dengan pendekatan tersebut, olahraga ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, bukan sekadar arena kompetisi.
Agenda kompetisi berikutnya
Setelah basket, Campus League telah menyiapkan cabang badminton dan futsal untuk kalender berikutnya. Penutup rangkaian musim ini juga akan hadir lewat UniGames yang menghadirkan cabang olahraga lain.
Dukungan untuk ajang ini turut datang dari sponsor utama Polytron. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menilai Campus League memberi ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi sekaligus berkreasi, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang lebih baik.
Dengan Perbanas yang melangkah ke Asia dan UBAYA yang mencatat sejarah di sektor putri, final Campus League Basketball Season 1 2026 meninggalkan penanda awal yang kuat bagi masa depan basket kampus di Indonesia.
Source: www.medcom.id






