Di antara seluruh bocoran yang beredar, perhatian terbesar pada Canon EOS R6 V justru datang dari arah videonya. Kamera ini disebut mampu merekam 7K RAW secara internal, mendukung mode open-gate, dan membawa perekaman 4K oversampled yang dipadukan dengan codec profesional.
Kombinasi itu membuat EOS R6 V diposisikan jauh lebih ambisius daripada sekadar mirrorless hybrid biasa. Canon tampaknya menyiapkan perangkat yang tidak hanya kuat untuk foto, tetapi juga cukup serius untuk masuk ke ranah produksi video yang selama ini dikuasai model-model tertentu dari Sony dan Panasonic.
Arah baru Canon di kelas hybrid
Bocoran yang beredar melalui Canon Rumours menggambarkan EOS R6 V sebagai kamera ringkas dengan target pengguna yang cukup luas. Model ini diperkirakan akan mengincar kreator yang butuh perangkat ringan, tetapi tetap mengandalkan fitur profesional untuk foto dan video.
Pengumuman resminya disebut akan dilakukan pada 13 Mei 2026 pukul 9 AM EDT di New York. Pada momen yang sama, Canon juga dikabarkan menyiapkan lensa RF baru yang memang diarahkan untuk kebutuhan video.
Paket bodi dan lensa yang saling menguatkan
Lensa yang paling banyak dibicarakan adalah RF 20-50mm F4L IS USM PZ. Keberadaan lensa ini memberi sinyal bahwa Canon tidak hanya merancang bodi baru, tetapi juga membangun ekosistem yang lebih serius untuk produksi konten.
Jika dijual terpisah, lensa tersebut disebut berada di kisaran $1,299. Dengan rentang fokus 20-50mm, aperture konstan F4, mekanisme power zoom, serta weather sealing profesional, lensa ini terlihat cocok untuk vlogging, handheld shooting, penggunaan gimbal, dan dokumenter.
Harga yang menempatkannya di jalur kompetitif
Untuk bodinya, EOS R6 V disebut akan hadir di Amerika Serikat dengan harga sekitar $2,499. Posisi harga ini membuatnya masuk ke area persaingan langsung dengan kamera hybrid profesional seperti Sony FX3 dan Panasonic Lumix S5IIX.
Di India, harga bodi diperkirakan berada di kisaran ₹2.75 lakh hingga ₹3.10 lakh. Angka finalnya masih akan bergantung pada strategi peluncuran Canon India, termasuk bea impor dan GST.
Spesifikasi foto yang tetap agresif
Di sisi fotografi, EOS R6 V dikabarkan memakai sensor full-frame CMOS 32,5 megapiksel yang dipasangkan dengan prosesor DIGIC X. Kombinasi ini disebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara resolusi, kecepatan baca sensor, dan performa video.
Untuk pemotretan berkecepatan tinggi, kamera ini disebut mampu melaju hingga 40 frame per detik dengan electronic shutter. Ada juga dukungan pre-capture hingga 20 frame sebelum tombol shutter ditekan penuh, fitur yang berguna untuk olahraga, satwa liar, dan aksi otomotif.
Autofocus luas dan stabilisasi kuat
Canon disebut menempatkan Dual Pixel CMOS AF II dengan cakupan autofocus 100 persen di kamera ini. Sistem tersebut juga dikabarkan membawa pengenalan subjek yang lebih luas, termasuk manusia, hewan, burung, mobil balap, motor, pesawat, dan kereta.
Menariknya, kamera ini juga disebut mampu menyimpan hingga 10 individu untuk prioritas pengenalan wajah. Di bagian stabilisasi, Canon diperkirakan menyematkan in-body image stabilisation hingga 7,5 stop, tergantung lensa yang dipakai.
Video menjadi fokus utama
Bagian video menjadi sektor yang paling mencolok dari EOS R6 V. Selain 7K RAW internal dan mode open-gate, kamera ini juga disebut mendukung perekaman 4K oversampled, codec profesional, dan output ProRes RAW eksternal melalui HDMI.
Bocoran lain menyebut dukungan 4K hingga 119.9 fps dan Full HD hingga 179.8 fps. Canon juga dikabarkan menyertakan mode slow and fast motion, serta profil Canon Log 2 dan Canon Log 3.
Bodi ringkas dengan fitur kelas profesional
Meski membawa banyak fitur video, bobot EOS R6 V disebut hanya sekitar 598 gram. Canon juga dikabarkan tetap memakai bodi magnesium alloy dengan perlindungan terhadap debu dan air.
Untuk penyimpanan, kamera ini disebut membawa slot kartu ganda berupa CFexpress Type B dan SD UHS-II. Kelengkapan lain yang ikut disebut meliputi port HDMI ukuran penuh, USB-C, Wi-Fi, dan Bluetooth, sementara dukungan battery grip disebut tidak tersedia.
Pendinginan aktif jadi pembeda penting
Salah satu detail yang ikut menarik perhatian adalah sistem pendinginan aktif. Canon disebut menyiapkan peningkatan agar kamera bisa merekam hingga 6 jam pada mode di bawah 100 fps.
Saat digunakan pada perekaman high frame rate di atas 100 fps, durasinya disebut bisa mencapai hingga 2 jam. Detail ini penting karena isu panas sering menjadi titik lemah pada kamera hybrid yang mendorong performa video tinggi.
Jika EOS R6 V benar hadir bersama RF 20-50mm F4L IS USM PZ, Canon akan membawa pesan yang cukup jelas ke pasar. Perusahaan ini tampaknya tidak sekadar merilis kamera baru, tetapi menyiapkan perangkat kerja hybrid yang dirancang untuk menarik perhatian pengguna video serius.
