MSCI Cabut 18 Emiten Indonesia, IHSG Langsung Tertekan di Perdagangan Hari Itu

Author: Redaksi Android62

Sebanyak 18 emiten Indonesia tercoret dari indeks MSCI dalam rebalancing periode Mei, dan perubahan ini langsung menekan sentimen pasar saham domestik. Dari jumlah itu, enam emiten keluar dari MSCI Global Standard Index, sementara 13 emiten lainnya tersingkir dari MSCI Global Small Cap Index.

Di tengah penyesuaian itu, hanya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang turun ke MSCI Global Small Cap Index setelah sebelumnya berada di MSCI Global Standard Index. Perpindahan ini menegaskan bahwa perubahan komposisi indeks global masih punya bobot besar bagi pergerakan saham-saham Indonesia.

Dampak cepat ke IHSG

Respons pasar terlihat jelas pada perdagangan saham domestik. IHSG ditutup melemah 1,98 persen atau 135,57 poin ke level 6.723,32 setelah tekanan jual mendominasi sepanjang sesi.

Berdasarkan data RTI Business yang dilansir Detik Finance, sebanyak 416 saham melemah, 263 saham menguat, dan 163 saham stagnan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.787,34 sebelum turun ke titik terendah 6.705,43.

Meski indeks terkoreksi, aktivitas perdagangan tetap ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 38,947 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 19,793 triliun dan frekuensi perdagangan 2,29 juta kali.

Nama-nama yang keluar dari indeks

Pada MSCI Global Standard Index, tidak ada emiten Indonesia yang berhasil masuk dalam penyesuaian kali ini. Sebaliknya, enam nama besar justru keluar dari kategori tersebut.

Keenam emiten itu adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Tiga di antaranya terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.

Selain itu, 13 emiten lain resmi dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index. Daftar tersebut mencakup PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

Nama lain yang juga tercoret adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Mengapa pasar bereaksi keras

Perubahan komposisi indeks global sering menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi persepsi terhadap likuiditas dan minat beli pada saham tertentu. Dalam situasi seperti ini, penyesuaian portofolio kerap terjadi, terutama pada emiten berkapitalisasi besar dan menengah.

Itulah sebabnya keputusan MSCI langsung terbaca sebagai sinyal negatif oleh pasar domestik. Ketika banyak emiten Indonesia keluar dari indeks acuan global, volatilitas pada saham-saham terkait pun cenderung meningkat.

Bagi pelaku pasar, total 18 emiten yang tercoret dalam rebalancing kali ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap saham Indonesia masih sangat sensitif terhadap keputusan indeks internasional. Kondisi tersebut membuat arah perdagangan tetap rawan berfluktuasi selama investor memandang perubahan komposisi MSCI sebagai penentu penting dalam strategi mereka.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru