Di antara Samsung Galaxy A57 dan Galaxy A56, pilihan paling sulit justru bukan soal mana yang lebih bagus, melainkan seberapa besar selisih harganya di pasar masing-masing. Di atas kertas, Galaxy A57 memang membawa peningkatan yang lebih segar, tetapi jaraknya dengan Galaxy A56 tetap tergolong tipis di banyak sisi penting.
Itulah sebabnya dua ponsel ini berpotensi membuat pembeli salah pilih jika hanya melihat nama model. Galaxy A56 masih menawarkan pengalaman yang sangat dekat dengan penerusnya, sementara Galaxy A57 baru terasa masuk akal ketika tambahan di desain, performa, speaker, dan baterai benar-benar dihargai.
Performa jadi salah satu pembeda paling jelas
Samsung membekali Galaxy A57 dengan Exynos 1680 4 nm, sedangkan Galaxy A56 masih memakai Exynos 1580 4 nm. Keduanya sama-sama hadir dengan konfigurasi dasar 128GB dan RAM 8GB, meski A57 juga sempat muncul dalam varian 6GB RAM yang disebut jarang ditemui.
Untuk kelas lebih tinggi, Galaxy A56 berhenti di 12GB/256GB. Galaxy A57 melangkah lebih jauh karena juga tersedia sampai 12GB/512GB.
Hasil pengujian menunjukkan kenaikan yang nyata, tetapi bukan lompatan besar. Galaxy A57 mencatat AnTuTu 10 sebesar 1.001.995, Geekbench 6 sebesar 4.411, dan 3D Mark Wild Life sebesar 1.742, sementara Galaxy A56 meraih 908.689, 3.899, dan 1.332.
Selisih CPU di Geekbench 6 berada di kisaran 13 persen. Di sisi grafis, jaraknya lebih besar karena skor GPU Galaxy A57 sekitar 30 persen lebih tinggi.
Bodi lebih ringan dan tahan air lebih baik
Perubahan lain yang langsung terasa ada pada dimensi fisik. Galaxy A57 hadir dengan ukuran 161,5 x 76,8 x 6,9 mm dan bobot 179 gram, sedangkan Galaxy A56 berukuran 162,2 x 77,5 x 7,4 mm dengan bobot 198 gram.
Artinya, A57 terasa lebih tipis dan lebih ringan saat digenggam. Bingkai layarnya juga disebut sedikit lebih tipis, sehingga bodinya terlihat sedikit lebih pendek dan sempit meski ukuran panel tetap sama.
Samsung juga meningkatkan ketahanan bodi pada model baru ini. Galaxy A57 sudah mengantongi rating IP68, naik dari IP67 pada Galaxy A56, dengan perlindungan depan dan belakang yang tetap menggunakan Gorilla Glass Victus+.
Layar masih hampir identik
Di bagian layar, perbedaannya nyaris tidak terasa. Keduanya sama-sama menggunakan panel OLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz, resolusi 1080 x 2340 piksel, dan kerapatan 385 ppi.
Pengujian kecerahan juga hanya menunjukkan selisih kecil. Galaxy A57 mencatat 1.259 nits, sedangkan Galaxy A56 berada di 1.213 nits.
Samsung memang memasarkan A57 dengan nama Super AMOLED+. Namun peningkatan kejernihan yang dijanjikan tidak terlihat sebagai lompatan besar saat dipakai langsung, sehingga pengalaman visual keduanya tetap sangat dekat.
Baterai dan pengisian daya sama-sama rapat
Kedua perangkat membawa baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 45W melalui Power Delivery. Hasil pengisian dayanya pun berdekatan, sehingga tidak ada jarak mencolok di sini.
Galaxy A57 terisi 36 persen dalam 15 menit, 64 persen dalam 30 menit, dan penuh dalam 69 menit. Galaxy A56 mencatat 38 persen, 65 persen, dan 73 menit untuk titik pengisian yang sama.
Dalam daya tahan, A57 unggul pada skor Active Use secara keseluruhan. Keunggulan itu paling terasa saat layar menyala, terutama untuk streaming video, meski A56 justru lebih baik pada panggilan 4G.
Speaker dan kamera ikut naik tipis
Dari sisi speaker, keduanya dinilai punya tingkat kelantangan yang setara dan sama-sama masuk kategori “Good”. Meski begitu, kualitas suara A57 disebut lebih baik karena musik terdengar lebih bersih dan vokal lebih tajam.
Susunan kameranya juga sangat mirip. Keduanya mengandalkan kamera utama, ultrawide, dan satu kamera makro yang perannya tidak terlalu penting, dengan kamera utama 1/1.56 inci, lensa 23 mm ekuivalen, aperture f/1.8, dan stabilisasi optik.
Kamera ultrawide pada keduanya sama-sama 12MP dengan lensa fixed-focus 13 mm. Kamera depan juga 12MP tanpa autofocus.
Hasil foto siang hari dari keduanya sangat dekat, meski A57 unggul tipis dalam detail. Pada zoom 2x, kamera ultrawide, dan selfie, hasil kedua ponsel juga nyaris setara.
Dalam kondisi minim cahaya, A57 kembali unggul sedikit pada detail area gelap dan dynamic range yang lebih luas. Perekaman video mengikuti pola yang sama, dengan hasil siang hari dari kamera utama dan ultrawide yang praktis setara, lalu A57 sedikit lebih baik pada malam hari lewat dynamic range yang lebih luas dan warna yang lebih netral.
Harga tetap jadi penentu utama
Nilai Galaxy A57 sangat bergantung pada pasar. Di Eropa, selisih sekitar €70 membuat model baru masih terlihat masuk akal bagi pembeli yang menginginkan bodi lebih ringan, speaker lebih baik, performa lebih tinggi, dan baterai yang sedikit lebih awet.
Di Amerika Serikat, situasinya berbeda karena selisih sekitar $200 membuat Galaxy A56 dinilai lebih menarik. Alasannya sederhana, pengalaman yang ditawarkan tetap sangat mirip, sementara peningkatan pada A57 tergolong moderat.
Bagi pembeli yang mengejar chipset lebih kuat, desain lebih tipis, speaker yang lebih bagus, serta peningkatan kecil pada kamera dan baterai, Galaxy A57 punya alasan kuat. Namun untuk mereka yang lebih fokus pada efisiensi anggaran, Galaxy A56 masih sulit diabaikan karena komprominya sangat sedikit dibanding penerusnya.
Source: www.gsmarena.com






