Seluruh layanan haji di Tanah Suci dipastikan tidak dipungut biaya, sehingga jemaah diminta tidak menyerahkan uang kepada siapa pun yang tidak berada di jalur resmi. Peringatan ini menjadi penting karena pihak yang mengaku sebagai petugas bisa saja muncul di tengah padatnya layanan dan mencoba memanfaatkan situasi.
Kewaspadaan jemaah menjadi salah satu kunci agar ibadah tetap berjalan lancar. Pemerintah menegaskan bahwa pelayanan sudah disiapkan untuk mendukung pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah selama berada di Arab Saudi, sehingga semua kebutuhan semestinya ditangani oleh petugas resmi.
Pastikan petugas yang ditemui benar-benar resmi
Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurahman, menegaskan bahwa seluruh layanan haji diberikan tanpa pungutan. Ia menilai jemaah perlu berinteraksi hanya dengan petugas yang memiliki identitas lengkap agar terhindar dari oknum yang mengatasnamakan layanan resmi.
“Seluruh layanan untuk jemaah tidak dipungut biaya, jemaah juga diimbau hanya berhubungan dengan petugas resmi yang memiliki identitas jelas,” ujarnya dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Rabu, 22 April 2026.
Imbauan itu relevan karena tidak semua orang yang berada di sekitar jemaah memiliki kewenangan pelayanan. Saat ada pihak yang meminta bayaran dengan alasan tertentu, jemaah diminta tidak langsung percaya dan tetap memastikan status orang tersebut melalui identitas yang jelas.
Atribut dan tanda pengenal jadi pembeda utama
Khalilurahman juga menekankan bahwa petugas PPIH selalu menggunakan atribut resmi. Identitas itu mencakup nama dan logo kementerian, sehingga jemaah dapat membedakan petugas yang sah dari pihak yang hanya mengaku sebagai petugas.
“Kalau tidak memakai atribut resmi, jangan dilayani. Jemaah cukup berkomunikasi dengan petugas yang jelas identitasnya,” tegasnya.
Peringatan ini muncul karena layanan di lapangan kerap menjadi celah bagi oknum untuk mendekati jemaah. Dengan mengenali ciri petugas resmi sejak awal, jemaah bisa lebih mudah menjaga keamanan diri sekaligus menghindari gangguan terhadap kelancaran ibadah.
Ada jalur laporan bila menemukan kejanggalan
Jika jemaah menemukan permintaan uang atau dugaan pelanggaran lain, laporan dapat segera disampaikan melalui jalur resmi yang sudah disiapkan. Salah satu salurannya adalah aplikasi “Kawal Haji”, selain mekanisme berjenjang yang dimulai dari ketua regu, lalu diteruskan ke tingkat sektor hingga Daker.
Skema ini dibuat agar keluhan bisa diproses cepat sesuai kewenangan masing-masing. Kehadiran jalur pelaporan juga memberi ruang yang lebih jelas bagi jemaah saat menghadapi situasi yang meragukan di lapangan.
Petugas hadir untuk melayani, bukan sebaliknya
Khalilurahman menegaskan bahwa tugas petugas adalah memberi layanan terbaik kepada jemaah. Ia menyebut integritas harus dijaga di semua lini pelayanan agar kepercayaan jemaah tetap kuat.
“Petugas hadir untuk melayani, bukan dilayani. Semua layanan sudah disiapkan, dan jemaah tidak dikenakan biaya apa pun,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh layanan di Madinah sudah siap menyambut kedatangan jemaah. Penyambutan itu bahkan akan diiringi selawat Badar sebagai bentuk penghormatan kepada tamu Allah.
Di tengah kesiapan tersebut, jemaah tetap diminta waspada terhadap pihak yang tidak memiliki kewenangan. Berhubungan hanya dengan petugas yang jelas identitasnya, tidak menyerahkan uang kepada pihak tak resmi, dan memakai kanal pelaporan resmi menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan layanan di Tanah Suci.
Source: www.medcom.id






