Perjuangan Dede Sunandar Jauh Sebelum Dugaan KDRT Mencuat, Dari Petugas Kebersihan ke Panggung Hiburan

Di tengah sorotan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dikaitkan dengan Karen Hertatum, nama Dede Sunandar kembali ramai dibicarakan. Perhatian publik bukan hanya tertuju pada urusan rumah tangganya, tetapi juga pada perjalanan hidupnya yang penuh perubahan dari masa sulit hingga sempat berada di titik populer.

Kehidupan Dede memang sering menghadirkan kejutan. Sosok yang dikenal sebagai komedian dengan pembawaan sederhana, murah senyum, dan logat Sunda yang khas itu ternyata melewati jalan panjang sebelum namanya dikenal luas di dunia hiburan.

Dari kerja sebagai petugas kebersihan ke dunia hiburan

Dede Sunandar lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 19 September 1990. Sebelum masuk televisi, ia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah stasiun televisi nasional untuk membantu kebutuhan keluarga.

Pada masa itu, hidupnya tidak mudah. Ia bahkan kerap menerima caci maki dan hinaan dari lingkungan sekitar, kondisi yang membuat awal perjalanannya jauh dari kesan glamor.

Perubahan besar datang saat ia bertugas di lokasi syuting Opera Van Java pada 2012. Sikapnya yang ringan dan lucu menarik perhatian kru, lalu membukakan jalan baginya untuk tampil di depan kamera.

Awalnya, Dede hanya mendapat peran kecil. Namun kesempatan itu perlahan membuat namanya masuk ke lingkaran hiburan televisi.

Karier yang sempat menanjak tajam

Langkah Dede di dunia hiburan terus membesar ketika ia membintangi sinetron Super Dede pada 2015. Peran tersebut membuat publik semakin mengenalnya sebagai komedian sekaligus aktor.

Setelah itu, ia rutin tampil di berbagai program televisi, menjadi presenter, dan bermain film bioskop. Pada fase karier yang paling stabil, Dede bahkan sempat memiliki rumah dan kendaraan pribadi dari hasil kerjanya di dunia hiburan.

Citra itu membuat perjalanan hidupnya terlihat berhasil, terutama karena ia datang dari latar belakang kerja yang sangat sederhana. Dari petugas kebersihan, ia sempat berdiri di panggung hiburan dengan penghasilan yang memungkinkan dirinya membangun kehidupan yang lebih mapan.

Mencoba politik, lalu keuangan ikut terguncang

Di tengah popularitas itu, Dede mencoba jalur baru dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Bekasi pada Pemilu 2024. Keputusan tersebut ternyata memberi dampak besar pada kondisi keuangannya.

Ia mengaku harus menjual dua mobil pribadi untuk biaya kampanye. Setelah gagal lolos dalam pemilihan legislatif itu, ia juga menyebut dana yang dimilikinya habis.

Tekanan finansial membuat keadaan makin berat. Sertifikat rumah bahkan sempat digadaikan untuk menutup kebutuhan keluarga ketika tawaran pekerjaan di dunia hiburan menurun.

Situasi tersebut memaksanya mencari sumber penghasilan lain. Dede kemudian disebut bekerja sebagai pramusaji sekaligus membantu operasional restoran di kawasan PIK 2, Tangerang.

Langkah itu menarik simpati publik karena dinilai menunjukkan sikap tanpa gengsi. Meski pernah populer, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dari pekerjaan yang tersedia.

Rumah tangga ikut jadi sorotan

Di luar persoalan karier dan uang, kehidupan pribadinya juga kembali menjadi perhatian. Karen Hertatum disebut mengungkap adanya konflik rumah tangga hingga dugaan KDRT, dan mengaku mengalami kekerasan fisik sebelum meninggalkan rumah sejak April 2026.

Dede dan Karen menikah sejak 21 Oktober 2014. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai tiga anak.

Rumah tangga mereka disebut sebagai pernikahan ketiga Dede. Selama lebih dari satu dekade, hubungan itu juga pernah diterpa isu lain, termasuk dugaan perselingkuhan di masa lalu.

Sorotan yang datang belakangan ini membuat publik kembali melihat sisi lain dari Dede Sunandar. Ia kini tidak hanya dibicarakan karena kiprahnya di layar hiburan, tetapi juga karena tekanan dalam kehidupan keluarga dan jalan hidupnya yang terus berubah.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait