Paparan matahari, angin, debu, dan polusi saat naik motor dapat membuat kulit lebih mudah kering, kusam, hingga mengalami iritasi. Risiko ini tidak hanya mengenai wajah, melainkan juga leher, telinga, tangan, dan lengan yang kerap terbuka selama perjalanan.
Helm dan jaket memang membantu, tetapi keduanya belum tentu menutup seluruh bagian kulit yang terpapar. Karena itu, perlindungan perlu dilakukan melalui kombinasi produk perawatan, perlengkapan berkendara, dan kecukupan cairan tubuh.
| Perlindungan | Waktu Penggunaan | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Sunscreen SPF 30 | Sebelum berangkat | Membantu melindungi dari sinar UVA dan UVB |
| Pelembap | Sebelum dan setelah perjalanan | Membantu menjaga hidrasi serta skin barrier |
| Perlengkapan berkendara | Selama di jalan | Mengurangi paparan matahari, debu, angin, dan serangga |
1. Gunakan Sunscreen Sebelum Memulai Perjalanan
Sinar ultraviolet menjadi salah satu paparan yang perlu diperhatikan pengendara motor, terutama ketika berkendara pada siang hari. Paparan berulang dapat memicu kulit terbakar, hiperpigmentasi, noda hitam, serta mempercepat munculnya garis halus dan kerutan.
Sunscreen dengan minimal SPF 30 dan label broad-spectrum dapat membantu melindungi kulit dari sinar UVA maupun UVB. Produk tersebut sebaiknya digunakan sekitar 15 hingga 20 menit sebelum berangkat agar dapat menyerap dengan baik.
Penggunaan sunscreen tidak seharusnya hanya berfokus pada wajah. Leher, telinga, dan tangan yang sering terkena paparan langsung juga perlu dioleskan perlindungan yang sama.
Pengaplikasian ulang dapat dilakukan sesuai petunjuk produk apabila berada lebih lama di bawah terik matahari. Helm dengan visor juga dapat menjadi pelengkap untuk membantu mengurangi paparan langsung ke area wajah.
2. Jaga Kelembapan Kulit dan Bersihkan Setelah Tiba
Angin, debu, serta polusi selama perjalanan dapat mengurangi kelembapan alami kulit. Kondisi tersebut dapat membuat kulit terasa tertarik, kasar, atau terlihat lebih kusam setelah sampai di tujuan.
Pelembap dapat digunakan sebelum maupun setelah berkendara untuk membantu mempertahankan kekuatan skin barrier. Kandungan seperti ceramide, hyaluronic acid, dan glycerin dapat membantu mengunci hidrasi agar kulit tetap lembap lebih lama.
Setelah tiba, wajah perlu dibersihkan dengan pembersih yang lembut untuk mengangkat sisa sunscreen, kotoran, debu, dan polusi. Penumpukan residu pada kulit berpotensi menyumbat pori-pori serta meningkatkan risiko komedo dan jerawat.
Wajah sebaiknya tidak digosok terlalu keras setelah terkena panas dan angin selama perjalanan. Gesekan berlebihan dapat memicu iritasi ketika kondisi kulit sedang lebih sensitif.
3. Lengkapi dengan Perlindungan Fisik dan Cairan Tubuh
Helm ber-visor, jaket berlengan panjang, sarung tangan, serta buff atau penutup leher dapat menjadi lapisan awal saat berkendara. Perlengkapan tersebut membantu mengurangi kontak langsung kulit dengan matahari, debu, angin, dan serangga.
Perlindungan fisik juga penting bagi area leher dan tangan yang sering terabaikan. Penggunaannya dapat membantu membatasi paparan lingkungan ketika perjalanan dengan motor dilakukan secara rutin.
Kecukupan minum air putih sebelum dan setelah berkendara juga perlu dijaga, terutama ketika cuaca panas berlangsung cukup lama. Dehidrasi dapat membuat kulit tampak lebih kering dan kusam.
Menurut Times of India yang dikutip Liputan6.com, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu kulit tetap nyaman meski sering beraktivitas di jalan. Perawatan dari luar dan hidrasi dari dalam menjadi bagian yang saling melengkapi bagi pengendara motor.
Source: www.liputan6.com






