Bagi Egy Maulana Vikri, persaingan di Timnas Indonesia bukan ancaman, melainkan dorongan agar skuad Garuda tampil lebih kuat. Gelandang Dewa United Banten FC itu justru menilai situasi seperti ini membuat tim punya lebih banyak pilihan dan kualitas di setiap lini.
Di era John Herdman, Egy melihat kompetisi antarpemain sebagai sesuatu yang wajar dalam tim nasional. Ia menilai tekanan internal yang sehat dapat membantu Indonesia berkembang dan lebih siap saat menghadapi laga besar, termasuk di level Asia maupun internasional.
Persaingan internal dianggap menguntungkan
Saat ditemui di Stadion ASIOP, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026), Egy menegaskan bahwa dirinya tidak melihat persaingan ketat sebagai masalah. Menurutnya, justru kondisi seperti itu penting agar pelatih memiliki banyak opsi untuk memilih pemain terbaik.
“Ya tidak masalah. Semakin ketat ya semakin bagus untuk Indonesia. Karena siapa pun itu, siapa pun pemainnya, mau bagaimana pun pemainnya, mau dari mana pun pemainnya, seketat itu ya sangat bagus,” kata Egy.
Pernyataan itu memperlihatkan pandangannya bahwa persaingan di dalam tim adalah bagian dari proses pembenahan. Dalam situasi seperti ini, skuad yang kompetitif dinilai akan lebih siap menghadapi pertandingan dengan tuntutan tinggi.
Standar baru di bawah Herdman
Egy juga memahami tuntutan besar yang datang bersama kehadiran John Herdman. Ia memandang standar tinggi itu sejalan dengan upaya membangun tim yang lebih kuat, stabil, dan punya target besar.
Bagi Egy, membuat pelatih sulit menentukan pilihan justru menjadi hal yang positif. Ia berharap kompetisi internal bisa mendorong seluruh pemain untuk terus meningkatkan performa, baik saat latihan maupun ketika mendapat kesempatan bermain.
“Karena lebih baik membuat pelatih pusing untuk menentukan siapa yang terbaik untuk Indonesia menjadi lebih baik. Dan terus-menerus bisa insyaallah semoga menjadi juara dan bisa lolos ke Piala Dunia, di Asia kita lancar semuanya,” ujar mantan pemain Lechia Gdansk itu.
Tetap menjaga peluang lewat performa klub
Meski belum masuk skuad pilihan Herdman pada beberapa agenda terakhir, Egy tidak menunjukkan sikap kecewa yang berlarut. Ia juga tidak tampil dalam FIFA Series saat Indonesia menghadapi Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria pada Maret lalu.
Situasi itu justru membuatnya semakin fokus pada performa bersama Dewa United Banten FC. Penampilan yang konsisten di klub menjadi jalur utama baginya untuk kembali mendapat kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia.
Egy berharap kerja kerasnya di level klub bisa membuka kesempatan tampil lagi pada agenda FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik, serta di Piala ASEAN 2026. Dengan persaingan yang makin padat, ia menilai setiap menit bermain dan setiap latihan menjadi modal penting untuk merebut tempat di skuad Garuda.
Pengalaman panjang bersama Timnas
Perjalanan Egy di Timnas Indonesia sudah berlangsung sejak debutnya pada 2018. Sejauh ini, ia telah mencatat 29 caps dengan kontribusi delapan gol dan tiga assist.
Pengalaman itu membuatnya akrab dengan dinamika pergantian pelatih di skuad Garuda. Egy pernah bekerja di bawah Luis Milla, Shin Tae-yong, hingga Patrick Kluivert, sehingga ia memahami bahwa perubahan pendekatan taktik dan pilihan pemain adalah bagian dari kehidupan tim nasional.
Kondisi tersebut juga menuntut konsistensi darinya dari waktu ke waktu. Setiap pelatih membawa penilaian dan kebutuhan berbeda, dan Egy harus terus membuktikan bahwa dirinya masih layak masuk dalam rencana tim.
Source: mediaindonesia.com






