Persebaya Surabaya menegaskan dominasinya atas Arema FC lewat kemenangan telak 4-0 dalam laga pekan ke-30 Super League 2025/26. Hasil ini bukan hanya membuat Derby Jatim berpihak penuh kepada Bajol Ijo, tetapi juga memperpanjang catatan tak terkalahkan Persebaya atas Arema FC selama delapan tahun terakhir.
Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa sore, Persebaya tampil dengan kendali permainan yang sulit dibendung. Arema FC dibuat kesulitan keluar dari tekanan dan hampir tak punya ruang untuk mengembangkan serangan dengan nyaman.
Persebaya tampil lebih efisien sepanjang laga
Skor besar ini lahir dari permainan yang rapi dan efektif. Persebaya tidak sekadar menekan, tetapi juga mampu menjaga ritme pertandingan dan memaksimalkan peluang yang datang.
Babak pertama berjalan cukup ketat, namun situasi berubah setelah jeda ketika Persebaya mulai lebih leluasa menguasai area penting. Empat gol tanpa balas menjadi bukti bahwa Bajol Ijo unggul dalam hampir semua aspek permainan.
Francisco Rivera menjadi nama yang paling mencuri perhatian lewat dua gol yang ia cetak. Gelandang asal Brasil itu mencetak gol pada menit ke-49 dan 82, lalu memastikan Persebaya semakin jauh meninggalkan Arema FC di papan skor.
Gol datang dari beberapa sisi serangan
Selain Rivera, Persebaya juga mendapat kontribusi penting dari Jefferson Silva dan Mikael Tata. Jefferson mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76, sebelum Mikael Tata menutup pesta gol pada menit ke-86.
Urutan gol tersebut menunjukkan bahwa serangan Persebaya berjalan tidak bergantung pada satu pemain saja. Tim mampu membangun ancaman dari beberapa jalur dan menjaga tekanan tetap hidup sampai menit-menit akhir.
Peran Jefferson Silva juga terasa besar di sisi kiri permainan. Ia terus aktif bergerak, membantu serangan, sekaligus menjaga kestabilan saat transisi berlangsung.
Statistik Jefferson pun menonjol dalam duel ini. Ia membukukan lima intersep dan dua tekel penting yang membantu Persebaya menahan upaya Arema FC saat mencoba keluar menyerang.
Gol perdana Jefferson terasa istimewa
Torehan Jefferson ke gawang Arema FC menjadi momen spesial karena itu merupakan gol pertamanya bersama Persebaya sejak bergabung pada bursa transfer paruh musim. Momen tersebut hadir di pertandingan derby, sehingga nilai emosionalnya terasa lebih besar.
“Saya tentu senang bisa mencetak gol pada pertandingan ini,” ujar Jefferson. Namun ia menegaskan bahwa hasil tim tetap menjadi hal utama, bukan capaian pribadi yang ia raih.
Jefferson juga memberi pujian kepada rekan-rekannya karena tampil sebagai satu kesatuan. “Yang paling penting, tim layak mendapatkan pujian atas penampilan hari ini. Kami bermain sebagai satu kesatuan,” katanya.
Dampak besar untuk rivalitas Derby Jatim
Kemenangan 4-0 ini mempertegas keunggulan Persebaya dalam rivalitas Derby Jatim. Hasil tersebut terasa makin menyesakkan bagi Arema FC karena memperpanjang catatan tak terkalahkan Persebaya dalam delapan tahun terakhir.
Bagi Persebaya, hasil ini hadir pada momen penting dan memberi dorongan kepercayaan diri untuk laga-laga berikutnya. Permainan yang agresif, disiplin, dan efisien memperlihatkan keseimbangan antara kekuatan menyerang dan ketahanan bertahan.
Jefferson sendiri melihat laga ini sebagai pengalaman yang sangat berkesan karena menjadi derby pertamanya bersama Persebaya. Ia menilai performanya cukup baik, tetapi tetap menempatkan kerja keras kolektif sebagai faktor utama.
“Saya merasa cukup percaya diri dengan performa saya. Tugas saya adalah terus bekerja dan menjalankan peran dengan maksimal di setiap pertandingan,” ujarnya. Dengan performa seperti ini, Persebaya menunjukkan bahwa mereka masih memiliki tenaga besar untuk menjaga momentum di sisa musim.







