Tiga laga tersisa langsung berubah menjadi ruang paling panas dalam perebutan gelar Super League 2025/2026. Borneo FC kini berdiri sejajar dengan Persib Bandung di puncak klasemen setelah sama-sama mengumpulkan 72 poin, sehingga setiap pertandingan berikutnya punya tekanan yang jauh lebih besar.
Persaingan itu makin tajam setelah Borneo FC menundukkan Persita Tangerang 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda. Gol tunggal Mariano Peralta menjadi pembeda dalam laga ketat tersebut dan sekaligus menjaga langkah Pesut Etam tetap berada di jalur perebutan gelar.
Puncak klasemen makin rapat
Dengan poin yang sudah sama, posisi teratas praktis tidak lagi memberi ruang aman bagi Persib maupun Borneo FC. Persib memang masih tercatat di posisi pertama, tetapi hanya karena selisih peringkat, bukan karena keunggulan poin.
Kondisi ini membuat tiga pertandingan sisa terasa seperti final bagi dua kandidat juara. Satu hasil buruk saja dapat mengubah peta persaingan yang sejak awal musim sudah berjalan rapat.
Bagi Borneo FC, kemenangan atas Persita bukan hanya soal tiga poin. Hasil itu juga menegaskan bahwa tekanan di puncak klasemen kini terus bergeser ke arah tim-tim teratas yang sama-sama belum boleh lengah.
Pekan ke-32 jadi penentu arah
Sorotan berikutnya tertuju pada pekan ke-32 yang dianggap sebagai titik penting. Persib akan menjalani laga tandang melawan Persija Jakarta, sementara Borneo FC harus bertamu ke markas Bali United pada akhir pekan mendatang.
Dua pertandingan tersebut diprediksi tidak mudah untuk dijalani. Persija disebut bakal tampil maksimal untuk menjegal langkah Persib, sedangkan lawatan Borneo FC ke Bali United juga berpotensi berat karena ada keterkaitan sejarah klub tersebut dengan Pusamnia Borneo FC.
Karena itu, pekan ke-32 dipandang sebagai ujian besar bagi dua tim yang sedang bersaing langsung di puncak. Hasil di laga ini bisa sangat menentukan arah persaingan sampai akhir musim.
Papan atas ikut terjepit
Di belakang dua pemuncak klasemen, Persija membuntuti dengan 65 poin. Setelah itu, PSIS Semarang berada di posisi berikutnya dengan 54 poin, disusul Persebaya dengan 51 poin.
Dewa United menempati posisi keenam dengan 50 poin. Bhayangkara mengoleksi 47 poin, Bali United 45 poin, dan Persita 44 poin, sehingga jarak antar tim di papan tengah masih terbuka dan rawan berubah.
Peta seperti ini membuat setiap pekan tidak hanya penting bagi kandidat juara. Tim-tim di bawahnya juga masih berpeluang saling salip jika salah satu tergelincir pada laga tersisa.
Ancaman di papan bawah belum hilang
Persaingan ketat juga terjadi di zona bawah klasemen. PSM Makassar, Madura United, Persijap Jepara, dan Persis Solo masih harus berjuang keras agar terhindar dari degradasi ke kasta kedua.
Semen Padang berada di posisi ke-17 dengan 20 poin. PSBS Biak menempati peringkat ke-18 dengan 18 poin, sehingga sisa pertandingan juga menjadi penentu nasib dua tim di dasar klasemen itu.
Situasi tersebut membuat tekanan merata di seluruh kompetisi. Di satu sisi, Borneo FC dan Persib saling mengejar gelar, sementara di sisi lain tim-tim bawah juga masih berjuang menjaga posisi mereka tetap aman hingga musim berakhir.
