Jaya Raya Sapu 6 Gelar di Doubles Special Championships 2026, Rival Tak Diam

Author: Redaksi Android62

Jaya Raya Jakarta keluar sebagai penguasa Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 setelah mengoleksi enam gelar juara. Hasil itu menempatkan klub asal Jakarta tersebut sebagai juara umum dalam turnamen yang memang memberi panggung khusus untuk nomor ganda sejak kelompok usia dini.

Perebutan gelar berlangsung ketat di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Tangerang Selatan, pada Sabtu (13/6/2026). Di bawah Jaya Raya, Djarum Kudus mengamankan empat gelar, sedangkan Taqi Arena Badminton Academy membawa pulang satu gelar.

Dukungan untuk regenerasi nomor ganda

Ajang ini mendapat perhatian karena dinilai penting bagi pembinaan sektor ganda Indonesia. Candra Wijaya selaku penyelenggara menegaskan bahwa kemenangan para atlet muda bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk menjaga prestasi dan menyiapkan capaian berikutnya.

“Kemenangan adalah awal untuk mempertahankan prestasi dan awal untuk menorehkan prestasi di masa depan,” kata Candra Wijaya, peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan.

Candra juga berharap turnamen seperti ini terus berkembang agar regenerasi pemain ganda berjalan dengan baik. Menurut dia, dukungan dari banyak pihak, termasuk klub-klub di Indonesia, dibutuhkan supaya persaingan antarklub tetap hidup dan bulu tangkis nasional kembali disegani di dunia.

“Semua ini saya lakukan agar regenerasi di nomor ganda tetap berjalan demi menjadikan bulutangkis Indonesia kembali disegani di seluruh dunia. Semoga tahun depan turnamen ini terus digelar dengan dukungan dari banyak pihak termasuk klub-klub yang ada di Indonesia,” sambung Candra.

Barometer pemain muda

Pandangan serupa disampaikan mantan pemain ganda putri Indonesia, Rosiana Tendean. Ia menilai ajang nasional khusus nomor ganda ini bisa menjadi barometer pembinaan sekaligus sarana memetakan kekuatan sektor ganda sejak usia dini.

“Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan untuk nomor ganda. Dari sini kita bisa melihat pemain-pemain yang memiliki potensi untuk menjadi andalan Indonesia di masa depan,” ujar Rosiana.

Rosiana juga melihat antusiasme serta kualitas pertandingan sebagai sinyal positif bagi masa depan sektor ganda Indonesia. Ia optimistis sejumlah pemain yang tampil di turnamen ini akan menembus skuad utama nasional dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya optimistis lima tahun ke depan akan ada pemain ganda Indonesia yang pernah turun di turnamen ini dan kemudian menjadi andalan di level yang lebih tinggi,” katanya.

Persaingan di lapangan berlangsung ketat

Di berbagai nomor, pertandingan berjalan rapat dan sering kali ditentukan lewat duel panjang. Pada final Ganda Pemula Putri, pasangan Nadine Listya Khairunnisa/Nafalia Dwi Saputri dari Taqi Arena BA menaklukkan wakil Jaya Raya, Naomi Clarita Holy Go/Valerie Kirsten Mintje, lewat tiga gim.

Jaya Raya tetap mencatat sejumlah kemenangan penting. Salah satunya datang dari Afizzah Rahmadhani/Aura Nadin Gunawan yang mengalahkan Bernessa Nadea Dharmawan/Hanifa Azzahrawini Nuradi dari Taqi Arena BA dengan skor 21-11, 22-20.

Sesama wakil klub juga saling berhadapan di beberapa final, termasuk duel yang mempertemukan Beavis Nathaniel Ayler Carundeng/Syafi Arkana dengan Lim Ardi Wijaya/Radhika Alifi Gitara. Dari kubu Djarum Kudus, Brian Aqila Daniswara/Tiara Shaqeela Jasmine juga tampil dalam laga melawan Leo Kenzie Putra Pratama/Khanza Zulfanihayah.

Laga lain memperlihatkan ketatnya persaingan antar pasangan muda, seperti kemenangan Gerardo Rizqullah Hafidz/Jonathan Farrell Gosal atas Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad dari Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya. Ada pula pertandingan yang berlangsung sampai rubber game, termasuk saat Timothy Lionel Warokka/Bunga Kirana Larasati dari Djarum Kudus menang atas Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah dari Exist Badminton Club setelah lawan mundur di tengah pertandingan.

Dengan hasil tersebut, Jaya Raya Jakarta menegaskan dominasinya di sektor ganda usia muda. Namun, catatan empat gelar dari Djarum Kudus dan satu gelar dari Taqi Arena BA menunjukkan persaingan antarklub tetap terbuka dan berjalan kompetitif.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru