Persib datang ke laga melawan Dewa United dengan catatan yang membuat Jan Olde Riekerink memberi perhatian khusus. Tim asal Bandung itu disebut sudah menjalani 14 laga kandang dan memenangkannya semua, sementara dari 13 laga tandang mereka mengoleksi 6 kemenangan, 4 imbang, dan 3 kekalahan.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pelatih kepala Dewa United itu menilai Persib sebagai lawan yang sangat berbahaya. Dalam pandangannya, duel di lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-28 di Stadion Internasional Banten, Serang, bukan hanya soal perebutan tiga poin, tetapi juga soal pertarungan dua tim dengan identitas yang berbeda.
Persib dipandang matang dan terbiasa di laga besar
Riekerink secara terbuka menempatkan Persib sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini. Ia menyoroti kualitas skuad, pengalaman bertanding, serta konsistensi yang membuat tim tersebut sulit dihadapi dalam pertandingan penting.
Dalam sesi pre-match press conference di Dewa United Arena, Tangerang, Riekerink mengingat bahwa Persib tetap sanggup tampil kompetitif meski harus melalui jadwal padat di AFC Champions League Two. Bagi dia, situasi itu menunjukkan kedalaman tim dan mental bertanding yang sudah teruji.
“Bandung memiliki peluang besar untuk meraih juara. Mereka adalah tim yang tangguh dan memiliki pengalaman,” kata Riekerink.
Ia juga menilai Persib tetap punya ancaman meski hasil mereka tidak selalu stabil di setiap pertandingan. Karena itu, Dewa United disebut wajib menjaga konsentrasi sejak awal agar tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengambil kendali.
Dewa United membawa karakter berbeda
Di sisi lain, Riekerink melihat Dewa United sebagai tim yang tumbuh dengan arah permainan yang lain. Ia menyebut klubnya masih muda karena baru dibangun selama tiga tahun, tetapi perkembangan yang terjadi dinilai terus terlihat dari waktu ke waktu.
Menurut dia, perkembangan itu tidak hanya tampak dari permainan di lapangan, tetapi juga dari dukungan suporter yang semakin bertambah. Meski stadion belum selalu penuh, ia melihat hubungan tim dengan pendukungnya terus berkembang.
Riekerink menekankan bahwa pertemuan dengan Persib juga menjadi ajang membaca identitas klub masing-masing. Hal itu penting karena pendekatan pertandingan tidak bisa disusun hanya dari taktik, melainkan juga dari karakter tim yang dihadapi.
Benturan gaya main jadi pembeda utama
Perbedaan paling jelas antara kedua tim, menurut Riekerink, ada pada gaya bermain. Persib digambarkan tampil lebih sederhana, efisien, dan oportunis, dengan dukungan fisik kuat serta banyak pemain yang aktif di area depan.
Sementara itu, Dewa United mengandalkan kerja sama kolektif dari lini tengah. Tim asal Banten itu disebut menata serangan secara lebih terstruktur untuk membuka ruang dan menciptakan peluang.
Pertemuan dua pendekatan ini membuat laga diperkirakan berlangsung menarik. Persib membawa kekuatan fisik dan efektivitas, sedangkan Dewa United mencoba menjaga alur permainan melalui penguasaan bola dan organisasi tim.
Riekerink juga mengaitkan gaya bermain Dewa United dengan pencapaian mereka pada musim sebelumnya. Saat itu, timnya mampu finis di posisi kedua klasemen dengan pendekatan yang sama.
Modal mental Dewa United ikut terbentuk
Situasi tim juga mulai membaik setelah periode yang sempat sulit pada enam bulan pertama musim ini. Seusai jeda musim dingin, persaingan internal disebut meningkat dan membuat tim lebih siap menghadapi laga penting seperti melawan Persib.
Hasil-hasil terbaru ikut memberi dorongan tambahan. Dari tujuh pertandingan terakhir, Dewa United mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
“Tim sedang dalam kondisi yang baik. Kami merasa cukup siap untuk pertandingan ini,” ujar Riekerink.
Sebagai tuan rumah, Dewa United diharapkan bisa memanfaatkan status tersebut untuk tampil berani sejak menit awal. Dalam laga dengan perbedaan gaya dan reputasi seperti ini, penguasaan momen pembuka bisa sangat menentukan arah pertandingan.
Source: www.medcom.id






